Sumenep-HARIAN BANGSA Akhirnya Kabupaten Sumenep masuk peringkat tujuh dari sepuluh besar se Jawa Timur hasil pelulusan UAN SMP Tahun ini setalah jumlah kelulusannya mencapai 99,8 persen dari 5176 peserta. Tahun sebelumnya Kabupaten Sumenep belum pernah memasuki peringkat. Kadis Pendidikan Sumenep H.Moh.Rais,SPd Msi mengatakan jumlah siswa yang tidak lulus UAN SMP Tahun ini kata Rais berjumlah 20 siswa, 19 siswa diantaranya berasal SMP dikecamatan. “ SMP Al Furqon yang tidak lulus 8 siswa dan SMP Tanfidz Al Amin Prenduan 6 siswa “ jelasnnya Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Dr Ir Ida Ekawati,MP mengatakan jumlah ketidaklulusan siswa SMP yang ada dipinggiran kota terpaksa menempati rengkeng terbesar dibanding sekolah yang ada diperkotaan. Penyebabnya diduga karena lemahnya manajemen sekolah (MPBS) yang dikembangkan sekolah dipinggiran. Hasil pantauan DPKS tidak sedikit tenaga kependidikan di SMP swasta yang kwalitas kompetensinya rendah. Lulusan D2 Geografi kadang mengajar PPKN. Bahkan lulusan SMA mengajar Matematika. Selain sarana prasarana pendidikan di sekolah pinggiran banyak yang tidak memadai. Sehingga siswa ketika pelaksanaan UAN banyak yang tidak mampu bersaing. “ Maka dari itu kerjasama MPBS perlu ditingkatkan dan subsidi perberdayaan sekolah mestinya lebih diarahkan kepada sekolah yang ada dipinggiran “ jelasnya (Taufik Yuspison)