News Room, Selasa (02/12) Pembangunan satu ruang kelas di SMAN 1 Arjasa, hasil dana sumbangan masing-masing siswa sebesar Rp. 800 ribu, ternyata mendapat protes keras dari para wali murid. Sebab, dana urunan yang mencapai Rp. 53,6 juta, penggunaannya diduga tidak tepat sasaran. Akibatnya, ratusan wali murid yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan, Selasa (02/12), mendatangi SMAN I Arjasa, menuntut transparansi dana sumbangan tersebut. Salah seoang wali murid, Zainurrahman mengatakan, dana pembangunan yang dikumpulkan dari siswa seharusnya ada saldo. Tapi pada kenyataannya, pembangunan masih belum kelar 100 persen. Lantai saja belum dikeramik dan dinding belum dicat. “Kami mempertanyakan dikemanakan dana itu. Sebab, anggaran yang digunakan untuk membangun itu adalah sumbangan dari siswa, bukan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep,†terangnya. Para wali murid juga menuntut rincian penggunaan dana tersebut. Karena, pemasukan dengan realisasinya tidak seimbang. “Jika dalam waktu dekat ini, masih belum ada transparansi dari pihak sekolah dan panitia atas penggunaan anggaran itu, kami tidak segan-segan akan menggelar aksi lebih besar lagi,†ancamnya. Sementara, Wakil Kepala Sekolah SMAN I Arjasa, Sumenep, Siti Halimah, mengatakan, demo para wali murid tersebut salah sasaran. Hasil sumbangan dari siswa untuk pembangunan 1 ruang kelas berkapasitas 67 siswa itu panitianya wali murid sendiri. “Jadi, sekolah tidak tahu apa soal pembangunan gedung itu,†kata Siti Halimah, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (2/12/2008). Dia juga menyangsikan demo yang mengatasnamakan wali murid tersebut. Meski, jumlahnya lebih dari 100 orang, namun banyak anak kecil yang ikut demo. Sedangkan, Ketua Komite Sekolah SMAN I Arjasa, Rahmad Yasin mengaku akan mengklarifikasi antara pendemo dengan pihak panitia pembangunan. Ia mengaku kecewa atas tindakan yang mengatasnamakan wali murid itu. Sebab, sudah mencoreng nama baik pendidikan di kepulauan Kangean. “Jujur, kami akan telusuri persoalan ini, karena sudah menyangkut lembaga pendidikan,†tegasnya.(Nita, Adjie)