Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-04-2010
  • 524 Kali

Tuntut Penundaan Pemilu Raya, Mahasiswa UNIJA Nyaris Adu Jotos

News Room, Senin ( 26/04 ) Sejumlah mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Demokrasi Kampus (AMPDK) terlibat bentrok hingga nyaris adu jotos, terkait penolakan terhadap pelaksanaan Pemilu Raya Mahasiswa, pada Senin (26/04) pagi. Bentrokan itu terjadi antara Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus dengan penyelenggara Dewan Legislatif Mahasiswa (DPM). Aksi itu diawali dengan memblokir pintu masuk kampus, sehingga mahasiswa yang hendak belajar tertahan diluar kampus, sehingga dua kubu mahasiswa itu terlibat aksi bentrok fisik karena sama-sama mempertahankan kepentingannya. Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus (AMPDK), Maszari, pihaknya menolak dilaksanakannya Pemilu Raya Mahasiswa ini, karena dinilai proses pembentukan anggota Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) UNIJA cacat hukum. “Kami minta Pemilu Raya Mahasiswa yang digelar KPRM ditunda. Sebab, proses pembentukan anggota KPRM itu cacat hukum. Kami khawatir produk yang dihasilkan nanti juga cacat hukum,”kata Maszari, saat melakukan aksi di kampus UNIJA Sumenep, Senin (26/04). Maszari mengancam, aksi tersebut akan terus dilakukan, selama belum ada penundaan pelaksanaan Pemilu Raya oleh anggota KPRM. Sementara, Ketua Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM), M. Rusdi mengatakan, meski terjadi aksi penolakan, namun pihaknya tetap akan menggelar Pemilu Raya Mahasiswa itu, karena sesuai dengan aturan kampus dan telah disetujui oleh Rektor UNIJA Sumenep, Dr. Ir. Ida Eka Wati, MS. “Aksi penolakan itu merupakan hal yang wajar, sebagai bagian dari proses demokrasi di kampus. Tapi, Pemilu Raya Mahasiswa ini tidak akan ditunda, kami akan tetap menggelarnya,”ujarnya. Proses pemungutan suara untuk memilih Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), kata Rusdi, akan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan, jumlah mahasiswa UNIJA yang tercatat sebagai pemilih Pemilu Raya Mahasiswa sebanyak 1.623 orang. ( Nita, Esha )