News Room, Jum’at ( 08/10 ) Puluhan aktivis yang tergabung dalam Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Madura, menuntut pemerintah melindungi para TKI yang bekerja diluar negeri. Tuntutan itu disampaikan mereka dalam aksi yang dikemas dengan menutup mulut menggunakan isolasi warna hitam, di depan Taman Adipura, Kecamatan Kota Sumenep, Jum’at (08/10) pagi. Koordinator Aksi ATKI, Hasdani menjelaskan, aksi tutup mulut ini sebagai simbol pemerintah tidak punya keberanian untuk membela kepentingan TKI diluar negeri. “Kami sengaja melakukan aksi tutup mulut, selain simbol pemerintah tidak berani bersuara keras, ini juga sebagai wujud konkret kekecewaan kami terhadap pemerintah. Karena, sampai sekarang persoalan buruh migran tidak pernah terselesaikan, ketika warganya yang menjadi TKI diluar negeri teraniaya dan menderita akibat diperlakukan sewenang-wenang oleh majikannya,”katanya. Aksi yang dilakukan aktivis ATKI ini sangat sederhana, mereka hanya memberikan selebaran yang berisi pernyataan sikap kepada para pengguna jalan yang melintas didepan Taman Adipura. Setelah memberikan selebaran tersebut, Hasdani lalu membacakan pernyataan sikap ATKI Madura yang merupakan tuntutan kepada pemerintah, diantaranya pemerintah wajib memberikan perlindungan hukum kepada TKI dan bubarkan perusahaan jasa TKI yang terbukti memalsukan identitas TKI. ( Nita, Esha )