News Room, Kamis ( 12/12 ) Sekitar 50 warga Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda Masyarakat Menggugat (P2M2), Kamis (12/12) siang, berunjuk rasa ke Pemkab setempat. Mereka menuntut aliran listrik di wilayahnya. Para pendemo membentangkan spanduk panjang bertuliskan Masyarakat Giliraja menagih janji. Selain itu, mereka juga membawa karton-karton bertuliskan protes. "Kami tidak butuh janji tapi bukti", "Usir Santos", "Rakyat Giliraja tidak mendapatkan apa-apa". Bahkan mereka juga membawa lampu tempel, sebagai simbol sumber penerangan yang digunakan selama tidak ada listrik. Salah satu orator, Eko Wahyudi, menyatakan dirinya terpaksa turun jalan dan mendatangi kantor pemkab guna menagih janji Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si yang akan menyambungkan aliran listrik di Giliraja. "Tapi kenyataannya, hingga kini aliran listrik di Pulau Giliraja belum ada. Makanya kami ingin menemui Bapak Bupati untuk menagih janji tersebut,"terang Eko, Kamis (12/12). Ia menyesalkan kondisi tidak adanya aliran listrik di Kepulauan Gili, padahal terdapat pengeboran migas milik PT. Santos. Namun masyarakat setempat justru tidak mendapatkan manfaatnya. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat pengeboran itu cukup besar. Diantaranya, rusaknya rumput laut masyarakat. Akibatnya, tidak sedikit warga Giliraja yang merantau ke negeri orang untuk menyambung hidup. "Masyarakat Giliraja hanya dibodohi, dibohongi. Di Gili ada pengeboran migas PT. Santos. Tapi tidak ada dampak kesejahteraan bagi rakyat. Dikemanakan dana CSR-nya ? Mengapa tidak dialokasikan untuk kepentingan rakyat banyak ? Lebih baik, usir saja PT. Santos dari Gili,"tegasnya. Selama ini, masyarakat Giliraja mendapatkan aliran listrik dari PLTD yang dikelola swasta. Namun biaya yang dibebankan pada masyarakat sangat tinggi. "Setiap bulan, masyarakat harus membayar hampir Rp. 300.000,00u. Ini kan sangat membebani masyarakat. Pemerintah harus peduli terhadap nasib masyarakat Giliraja,"ungkapnya. Puas berorasi, para pengunjuk rasa bergeser ke DPRD Sumenep. Mereka juga menyuarakan hal yang sama. Menuntut agar para wakil rakyat ikut memperjuangkan hak masyarakat Giliraja mendapatkan listrik. ( Nita, Esha )