News Room, Senin ( 09/11 ) Dalam rangka menuntaskan buta aksara di Kabupaten Sumenep, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Bhayangkari Polres Sumenep menyelenggarakan pendidikan Keaksaraan Fungsional (KF). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S,Pd, M.Si mengatakan, kerjasama penyelenggaraan keaksaraan fungsional dengan Bhayangkari Polres Sumenep ini sebagai tindak lanjut program Polda Jawa Timur. Pada tahun ini, Bhayangkari Polres Sumenep mengelolah program KF untuk 200 orang warga masyarakat yang tersebar di 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Bluto, Pragaan, Guluk-guluk, Ganding dan Kecamatan Lenteng. â€ÂSetiap Kecamatan yang jumlah warga belajarnya sebanyak 40 orang, dan disetiap pengelolah KF sudah ada 1 turor termasuk anggaran dananya sudah ditanggung dari Polda Jawa Timur,â€Âtegasnya. H. Moh. Rais menyatakan, waarga masyrakat yang menjadi prioritas penyelenggaraan KF, yakni mereka yang tidak bisa baca tulis dengan usia rata-rata 45 tahun hingga 60 tahun keatas. â€ÂKami berharap kerjasama dengan Bhayangkari itu bisa mengurangi angka buta aksara di Kabupaten Sumenep yang saat ini jumlahnya mencapai 3.000 orang,â€Âtambahnya. ( Yasik, Esha )