Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-03-2014
  • 662 Kali

Tunggakan Sertifikasi Guru Di Kemenag Capai Rp. 53 M

News Room, Senin ( 03/03 ) Realisasi Tunjangan Sertifikasi guru khususnya di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, bertahun-tahun nunggak. Bahkan, untuk tahun 2013 saja baru terbayar empat bulan karena terbatasnya anggaran. Data di Kemenag Sumenep, total tunggakan tunjangan sertifikasi bagi guru yang lulus sertifikasi kurang lebih 1.600 guru baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non PNS itu mencapai sebesar Rp. 53 Miliar, terhitung mulai tahun 2009 hingga tahun 2013. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Sumenep, Mohammad Rifaie Hasyim menjelaskan, tidak terbayarnya tunjangan bagi guru yang lulus sertifikasi itu tidak hanya terjadi di Sumenep, namun di daerah lain juga dihadapkan pada masalah yang sama karena tidak memadainya anggaran di Dipa Kemenag. "Tunggakan tunjangan sertifikasi guru PNS dan Non PNS di Kemenag bukan hanya terjadi di Sumenep saja, tapi daerah lain juga. Kalu disini (Kemenag Sumenep, Red), totalnya sebesar Rp. 53 Miliar, terhitung mulai tahun 2009 hingga tahun 2013," katanya. Menurutnya, untuk tahun 2013 saja, tunjangan sertifikasi yang terealisasi hingga 100 persen itu untuk guru Non PNS, sedangkan guru PNS anggaran yang tersedia hanya cukup empat bulan, sehingga sisanya delapan bulan belum terbayar. "Kemenag sudah merekapitulasi jumlah tunggakan sertifikasi yang belum terbayar sejak tahun 2009 itu untuk disampaikan ke Kementerian Agama RI melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur," terangnya. Mantan Kepala MTs Negeri Tarete ini mengakui, menunggaknya tunjangan profesi itu banyak dikeluhkan guru karena memang dana tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan tambahan penghasilan. "Kami memaklumi kalau para guru yang lulus sertifikasi sering mengeluhkan tidak terbayarnya tunjangan kinerjanya itu, karena memang dibutuhkan," ungkapnya. Ia mengungkapkan, sesuai informasi dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, untuk tahun 2014 ini dana tunjangan sertifikasi akan lebih difokuskan pada pelunasan tunggakan yang belum terbayar. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan tunggakan sertifikasi itu kapan akan cair. "Kalau soal tunggakan itu pasti dibayarkan, tapi kapan kami tidak bisa memastikan. Mudah-mudahan tahun ini terbayarkan semua tunggakan tunjangan sertifikasi guru baik PNS dan Non PNS," pungkasnya. ( Nita, Esha )