Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-08-2020
  • 1139 Kali

Tumbuhkan Nilai-Nilai Kebangsaan Dan Nasionalisme Di Kalangan Pramuka

Media Center, Rabu ( 19/08 ) Untuk menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di kalangan pemuda khususnya anggota Pramuka muda perlu ditanamkan dan diberikan pendidikan secara intens terutama nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) serta bagaimana memahami kebinnekaan.

Hal tersebut ditegaskan Andalan Cabang Urusan (Ancu) Bina Bela Negara Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep, Kak H. Ibnu Hajar saat memberikan materi pada pelaksanaan Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) Pramuka Penggalang yang digelar Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep di Gudep 05.209-05.210 Pangkalan Nasyrul Ulum Desa Aengdake Kecamatan Bluto, Rabu (19/08/2020).

Menurutnya, untuk menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di kalangan pemuda itu tidak hanya bisa dilakukan pada pendidikan formal, namun juga bisa dilaksanakan pada pendidikan non formal seperti pada kegiatan kepramukaan, maupun kepemudaan lainnya.

"Pendidikan kepramukaan juga sudah ada pendidikan bela negara seperti halnya yang terkandung dalam Tri Satya dan Darma Pramuka," ungkapnya.

Karena itu, menurut Kak Ibnu Hajar, yang juga Ketua Pokjawas Kemenag Sumenep ini menyampaikan pesan Ketua Kwarcab Sumenep, Kak Achmad Fauzi, dalam setiap kesempatan agar menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, sehingga perlu ditanamkan secara intensif dan dilakukan pencerahan secara kontinyu atas apa yang terkandung dalam nilai kebangsaan, utamanya yang ada pada sila pertama hingga kelima dasar negara kita Pancasila.

Sehingga, ketika idiologi diberikan secara teori maka pada akhirnya secara imperik Pramuka bisa berbaur dengan masyarakat seperti halnya memberikan bantuan sosial, inklusif, toleransi dan sebagainya yang dimulai dengan memahami filosofi pentingnya persatuan dan kesatuan NKRI sebagaimana harapan bersama.

"Sehingga in toleransi dan in konstitusional itu tidak terjadi apalagi di tengah arus globalisasi ini Pramuka dituntut tidak hanya belajar berkemah, api unggun, tali temali dan semacamnya, namun tantangan pasca perang dingin blok Barat dan Timur, khususnya Indonesia harus membudayakan nilai Pancasila," tambahnya. ( Ren, Fer )