News Room, Kamis ( 30/05 ) Bazar Pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2013 di Kabupaten Sumenep, sangat penting dilakukan, sebagai sarana menumbuhkan kreatifitas anak didik. Sebab, menurut penelitian terbaru, kecerdasan itu tidak bisa dikembangkan, tetapi kreatifitaslah yang hanya bisa dikembangkan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada pembukaan Bazar Pendidikan di Lapangan Gotong Royong, Rabu malam (29/05). Bahkan menurut Bupati, ada seorang peneliti mengatakan, jika kreatifitas adalah keajaiban, namun bukan sihir. “Banyak orang di dunia berpikir, bahwa kreatifitas hanya pada sedikit orang dengan talenta khusus dan terpilih. Padahal, semua orang itu kreatif dengan caranya masing-masing, dan ini tidak hanya diperuntukkan bagi sedikit orang yang terpilih,”tegasnya. Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah ini juga mencontohkan, awal Mei 2013 lalu, seorang siswa SMP di Bogor yang masih berusia 14 tahun, berhasil meraih medali emas pada ajang Kompetisi Internasional Anak Muda di Malaysia, berkat temuannya menciptakan “sepatu anti pelecehan seksual”. Itu merupakan penemuan yang sederhana, tapi manfaatnya sangat luar biasa. Ada lagi, 2 siswa SMA dari Lamongan yang berhasil mewakili Indonesia pada Olimpiade Sains di Turki, pertengahan Mei kemarin, karena inovasinya menjadikan kotoran sapi menjadi pengharum ruangan rumah lingkungan. Mereka menjadi Juara Nasional pada Olimpiade Nasional, Pebruari kemarin, setelah mengalahkan 1.000 peserta dari seluruh nusantara. Bupati menegaskan, bahwa prestasi apapun itu lahir bukan dengan kebetulan, tapi karena ada usaha, ada ikhtiar dan yang lainnya. Jika para siswa gemar meneliti, gemar mencoba dan terus berinovasi, siswa-siswi di Sumenep tidak menutup kemungkinan bisa sukses seperti mereka. “Saya berharap, para kepala sekolah, para pendidik, untuk terus menumbuhkan kecintaan anak didik terhadap pengembangan kreatifitas di sekolah masing-masing. Karena banyak potensi siswa yang harus terus diasah dan dikembangan dengan sebaik-baiknya,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si menjelaskan, kegiatan Bazar Pendidikan diikuti sebanyak 88 PKBM, serta 16 stand dari SMP, SMA, SMK dan dari Akademi Komunitas Negeri Sumenep, yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 29 hingga 30 Mei 2013 di Lapangan Gotong Royong Sumenep. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan perkembangan pendidikan yang berhasil dicapai kepada masyarakat luas, serta sebagai media sosialisasi dan promosi program kerja, serta visi, misi dan program kerja yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Sumenep bersama jajarannya.”jelasnya. ( Ren, Esha )