Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-08-2015
  • 480 Kali

Tujuan Hidup Untuk Mencari Ridla Allah

News Room, Senin ( 03/08 ) Bagi tokoh penceramah kondang di kalangan ibu-ibu di Sumenep, Syarifah Nora Assegaf, hampir tidak ada kata libur dalam setiap pekannya.

Meski begitu, Pa Nora, panggilan akrabnya mengaku tidak pernah mengeluh, karena ia mengaku bahwa seluruh hidupnya memang didedikasikan di jalan Allah.

"Oleh karena itu kemudian menjadi tujuan utama kegiatan dakwah saya juga kepada masyarakat, yakni upaya pengenalan diri untuk memberikan jalan mengenal Allah," tambah perempuan kelahiran Sumenep 1975 silam ini, pada News Room.

Selain kerap diundang masyarakat untuk memberikan tausyiah, saat ini Pa Nora memusatkan kegiatan dakwah di kediamannya di Jalan Seludang Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep.

Kegiatan-kegiatannya di sana di bawah naungan Yayasan Nuruzzahro yang didirikannya sejak 1991. "Yayasan Nuruzzahro ini awalnya diberi nama Yayasan An-Nur. Dulu tempatnya di rumah asal saya di kampung Atas Taman Kelurahan Pajagalan, atau tepatnya di sebelah timur Pendopo Keraton. Namun sekitar tahun 1992 pindah ke sini," cerita alumnus Pondok Pesantren Az-Zahro Bondowoso ini.

Kegiatan rutin di kediamannya itu ditampung dalam sebuah bangunan mushalla berlantai dua yang lumayan luas dan sedikit megah. Berbagai aktivitas seperti kuliah agama, tadarus Al-Quran, pengajian kitab-kitab turats, pembacaan shalawat Nabi, hingga istighatsah berlangsung secara kontinyu di tempat itu.

Untuk kuliah agama, menurut Pa Nora dilangsungkan setiap hari bakda shalat shubuh dan bakda shalat Ashar. Setelah itu dilanjutkan dengan mengkaji kitab-kitab lawas dan istighatsah bersama.

"Khusus hari Jumat, setelah kuliah Shubuh dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Fatih dan Shalawat Nariyah. Shalawat Fatih sebanyak 10 ribu kali dan Shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Jumlah itu dibagi pada setiap jamaah, jadi bukan berarti setiap jamaah masing-masing membaca sebanyak itu," jelas perempuan yang memutuskan untuk bercadar ini.

Yang menarik, aktivitas Pa Nora tak semata di wilayah ta lim saja melainkan juga merambah dunia politik. Untuk yang terakhir ini pilihannya jatuh pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketika ditanya mengenai alasan dirinya aktif di parpol, jawaban anggota Dewan Syuro PKB Sumenep ini sangat sederhana. "Hidup itu keseimbangan antara akhirat dan dunia. Kegiatan dakwah dan ta lim itu ranahnya akhirat, sedangkan politik merupakan ranah dunia. Kita tidak bisa bisa lepas dari keduanya. Namun intinya hidup kita hanya untuk mencari keridlaan Allah," pungkas mantan Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep ini. ( Farhan, Fer )