Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-04-2014
  • 547 Kali

TUF Hasilkan Garam Lebih Banyak Dan Berkualitas

News Room, Jumat ( 25/04 ) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep akan berupaya untuk membantu petani garam di Sumenep meningkatkan hasil produksi garam. Disamping mencari terobosan baru, bagaimana hasil produksi bertambah, dan kualitas garam juga bagus. Salah satu langkah yang akan dilakukan tahun ini, yakni bagaimana petani bisa melakukan proses pembuatan garam dengan menggunakan teknologi ulir filter (TUF) garam yang selama ini sudah berhasil dilakukan oleh petani garam, seperti di Cirebon dan berbagai kota penghasil garam di Indonesia. Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanana Kabupaten Sumenep, Ir. Moh. Djakfar, M.Si mengakui dengan penggunaan TUF ini, para petani yang biasanya menghasilkan garam 90 sampai 100 ton per-hektar per-tahun dengan teknologi ini akan mampu menghasilkan diatas 120 ton per-hektar per-tahun. “Jika pada tahun 2013 lalu, dari 366 kelompok tani menghasilkan produksi garam sekitar 110.000 ton, dan dengan teknologi baru ini diharapkan pada tahun 2014 bisa menghasilkan 296.000 ton,”ungkapnya. Karena tahun ini Kabupaten Sumenep menerima program pola mandiri sebesar Rp. 3 milyar, dengan target untuk 60 kelompok petani garam. Kalau hasil produksi dan kualitas garam ini bagus dimungkinkan hasilnya bisa diatas 97 persen dari sebelumnya. Hanya saja, diakui Djakfar, persoalan yang dihadapi oleh para petani garam tidak hanya di Madura, tapi sekitar 43 Kabupaten/Kota di Indonesia penghasil garam, petaninya mengeluhkan harga garam yang sangat rendah. Jika pada tahun 2013 lalu dengan lama produksi masa panen 2,5 bulan harga garam K-2 hanya sebesar Rp. 200,00 hingga Rp. 350,00 per-kilogram, dan K-1 seharga Rp. 450,00 hingga Rp. 500,00 per-kilogram. Harga ini jauh rendah dibandingkan dengan harga dari Kementerian Perdagangan RI yang mematok garam K-2 dengan harga sebesar Rp. 550,00 per-kilogram, dan K1 seharga Rp. 750,00 per-kilogram. “Ini yang membuat petani sangat sulit mendapatkan kesejahteraan. Namun, kami akan terus berupaya untuk mengupayakan naiknya harga garam, salah satunya dengan dukungan para Bupati di Madura, dan BPWS,”tambahnya. ( Ren, Esha )