Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-09-2011
  • 436 Kali

Tuding Samsat Keluarkan Nopol Ganda, Polisi Panggil Adira

News Room, Sabtu ( 17/09 ) Tudingan pimpinan Adira Finance Sumenep, pada petugas Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) setempat, telah mengeluarkan nopol ganda M 4705 VQ, mendapat reaksi keras aparat kepolisian Sumenep. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumenep, AKBP Susanto mengatakan, pihaknya akan segera memanggil petugas Adira Finance. Karena, setelah dilakukan pengecekan ke kantor Samsat, ternyata nopol M 4075 VQ, hanya tertera 1 orang pemilik atas nama Nurul Hamiyah, warga Dusun Morasen, Desa/Kecamatan Pasongsongan. “Kami akan dalami dasar Adira Finance mengeluarkan penarikan barang melalui debt collector dengan nomor polisi (nopol) yang sama. Tentunya kami proses untuk menentukan keterkaitan dengan upaya perampasan sepeda motor, sebagai tindak pidana yang telah dilakukan debt collector tersebut,” kata Kapolres Susanto, di Mapolres Sumenep, Sabtu (17/09). Sebelumnya, 7 orang debt collector Adira Sumenep, yang diantaranya diketahui berinisial WW dan JH, warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, melakukan upaya perampasan terhadap sepeda motor milik Wartawan Harian Bhirawa, Syamsul Arifin, hari Senin (12/09), dengan tuduhan menunggak pembayaran selama 3 bulan. Padahal, yang bersangkutan tidak pernah bermasalah dengan Adira Finance. Karena merasa dirugikan, upaya perampasan itu langsung dilaporkan pada Polres Sumenep. Namun, kasus ini menemui babak baru. Pimpinan Adira Finance Sumenep, yang awalnya cuci tangan terhadap tindakan debt collector, dengan menyatakan tidak pernah memerintahkan orang tersebut untuk melakukan penarikan sepeda motor dengan nopol M 4705 VQ, justru mengakui jika adanya nopol sama di dua sepeda motor, antara milik Syamsul dengan penunggak. Bahkan, menuding petugas Sistem Administrasi Manunggal Satu Atas (Samsat) setempat, mengeluarkan nopol ganda. ( Nita, Esha )