News Room, Jum’at ( 15/08 ) Rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan mengeluarkan fatwa mengharamkan rokok, ternyata mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Terbukti, Garda Bangsa Kabupaten Sumenep secara tegas menolak terhadap rencana MUI tersebut menggelar aksi demonstrasi di depan Masjid Agung Kota Sumenep, Jum’at siang (15/08). Aksi ini dilakukan karena Garda Bangsa Sumenep menilai fatwa itu akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat Madura yang mayoritas sebagai petani tembakau. Bahkan pendapatan negara yang dihasilkan dari bea cukai bernilai miliyaran rupiah juga akan hilang dengan sendirinya. Sehingga dampak dari rencana fatwa MUI mengharamkan rokok tersebut lebih besar negatif dari pada positifnya. Ketua Dewan Koordinasi Cabang Garda Bangsa Kabupaten Sumenep, Achmad Humaidi mengatakan fatwa MUI tersebut dianggap tidak tepat sasaran apalagi sumber ekonomi warga Madura lebih besar ditopang dari petani tembakau. “Jika MUI memaksakan untuk mengeluarkan fatwa mengharamkan rokok, otomatis ekonomi petani tembakau diambang kehancuran. Makanya, dengan keras kami menolak fatwa MUI,†tegasnya. Karena itu, pihaknya meminta MUI agar mencari solusi ekonomi petani tembakau sebelum mengharamkan rokok, sehingga fatwa itu tidak menyengsarakan masyarakat petani tembakau di Indonesia. Sebab jika ditelaah lebih rinci, tidak ada satupun hukum yang mengharamkan rokok, apalagi konsep Islam juga tidak ada nas yang mengharamkan rokok, melainkan makruh. Apabila MUI betul-betul mengeluarkan fatwa itu, dengan hanya berpatokan pada dampak kesehatan saja tanpa memikirkan faktor ekonomi, itu sangat tendesius sekali, karena hal itu akan menimbulkan dampak yang lebih besar. “Pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh perusahaan rokok akan meningkat dan pendapatan negara pasti berkurang,†katanya. ( Nita,Gun )