Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-05-2009
  • 443 Kali

TNI Garap 60 RTL Di Pragaan, Hampir Tuntas

News Room, Kamis ( 21/05) Kegiatan rehab rumah tidak layak huni (RTL) menjadi rumah sehat yang dilaksanakan melalui Bhakti TNI di Kecamatan Pragaan, hingga hari ini masih terus dilaksanakan dan diperkirakan dalam satu, dua hari ini akan tuntas. Dari 60 unit rumah yag tersebar di 4 Desa di Kecamatan Pragaan, diantaranya Desa Larangan Perreng, Pakamban daya, Pragaan Laok dan Desa Aeng Panas, memang diakui cukup menyita waktu agak berbeda dengan wilayah lainnya. Sebab, beberapa lokasi RTL tersebut jauh dari lokasi jalan yang bisa dilewati kendaraan pick up yang mengangkut bahan meterialnya. Penanggung Jawab Kegiatan Bhakti TNI Kecamatan Pragaan, Kapten Art. Aris Teguh Prakoso ketika ditemui disela-sela peninjauan RTL di Desa Larangan Perreng, tadi siang mengakui, sasaran RTL di Kecamatan Pragaan memang sebagian besar masih sulit dilewati mobil angkutan, sehingga dalam pelaksanaannya sedikit ada hambatan. Namun, pihaknya tetap melaksanakan tanggung jawab kepada masyarakat, agar kegiatan Bhakti TNI tersebut terlaksana dengan baik. "Awalnya, kami memang sempat kewalahan untuk pengiriman bahan material ke lokasi penduduk yang harus melewati lahan terjal berbatu dan becek. Namun kami bersyukur, hujan kemudian tidak begitu deras seperti sebelumnya. Dan kami bersama masyarakat terus bahu membahu menyelesaikan tugas mulia ini,"ujarnya. Dijelaskan Danramil 0827/09 Pragaan ini, seberat apapun, pihaknya akan tetap melaksanakan agenda kegiatan bhakti masyarakat tersebut sesuai sasaran yang memang diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Terbukti, meskipun Aris melaksanakan puasa sunnah, masih tetap turun ditengah-tengah masyarakat, untuk mengecek kekurangan atau ada permasalahan lain terkait pelaksanaan kegiatan Bhakti TNI tersebut. Bahkan, pria kalem ini mengaku sempat haru ketika ada pemilik rumah yang menangis bahagia ketika rumahnya selesai direhab. Salah seorang penerima RTL, Sihol (60) warga Desa Larangan Perreng, mengaku bangga dengan kinerja TNI yang sangat cepat dan telaten dalam mengerjakan rehab rumahnya. Bahkan, dia mengaku tidak bisa membayangkan selama dua hari dikerjakan, rumah yang sebelumnya sangat kumuh dan banyak lobangnya, selama dua hari bagaikan disulap menjadi rumah tetangganya yang bagus. Hal yang sama juga diungkapkan Matsuri (55) warga Desa yang sama, mengaku sangat bersyukur mendapat bantuan RTL, meskipun tidak utuh dengan dinding batu, namun tambahan triplek terlihat, seperti dinding gedung juga. "Syukurlah, yang penting saat ini rumah kami bersih, kuat dan aman,"gumamnya. Sementara itu, salah seorang Tim Pemantau Bhakti TNI di Sumenep, Syarkawi mengakui, pada umumnya pelaksanaan Bhakti TNI yang melaksanakan rehab 1.000 rumah di Sumenep hingga saat ini berjalan lancar. Meskipun ada beberapa kekurangan, misalnya masih terkendala sulitnya bahan material untuk masuk ke lokasi sasaran, serta kondisi hujan, namun hal itu dapat dengan cepat teratasi. Syarkawi berharap pelaksanaan Bhakti TNI ini berjalan tuntas sebagaimana yang diharapkan, sehingga dapat terlaksana secara berkelanjutan, sebab terlihat masih banyak RTL di Sumenep yang perlu mendapatkan program serupa. ( Ren, Esha )