News Room, Sabtu ( 28/05 ) Proses pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sumenep, Muttahir, warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), yang meninggal di Negeri Jiran-Malaysia, akibat tertimpa besi bangunan dari gedung bertingkat, pada Selasa (24/05) kemarin, dilakukan sendiri oleh keluarga korban. Kepala Desa Kolo-kolo Kecamatan Arjasa, Syafi’ie menjelaskan, biaya pemulangan korban hingga ke kampung halaman, sesuai penuturan keluarganya, murni ditanggung majikan korban di Malaysia. “Yang ditanggung majikannya itu sampai tiba di Indonesia. Sedangkan, dari Surabaya hingga Arjasa (Pulau Kangean), keluarga korban biaya sendiri. Ongkos kapal dari Kalianget ke Kangean saja, menghabiskan biaya Rp. 5 juta lebih,”katanya. Hingga Sabtu (28/05) ini, kata Syafi’ie, pihaknya belum mendapat informasi adanya bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumenep, kepada korban. “Jadi, tidak ada bantuan dari Pemkab terhadap keluarga TKI yang meninggal itu,”terangnya. Sementara, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Drs. RP. Ach. Syafudin, M.Si mengaku belum menerima informasi, baik dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur maupun Kedutaan RI, mengenai TKI asal Sumenep yang meninggal dunia. “Kami belum menerima informasi terkait TKI asal Sumenep yang meninggal dunia. Kemungkinan besar, TKI yang meninggal di Negeri Jiran Malaysia itu adalah ilegal, sehingga tidak terdata secara resmi,”ungkapnya. Sebelumnya, Mattahir, baru bekerja di Malaysia selama 4 bulan lalu. Namun, pada Selasa (24/05) kemarin, korban mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Luka ditubuh korban dinilai sangat parah, yakni dibagian kepala dan lengan kanan. Korban tidak bisa diselamatkan sehingga langsung meninggal di TKP. Beruntung korban mempunyai keluarga di Malaysia, sehingga proses pemulangannya dilakukan secara cepat. Pihak keluarga menerima kematian korban, karena tidak ada indikasi adanya kriminal. Korban tiba di kampung halamannya di Arjasa (Pulau Kangean), pada Kamis (26/05) kemarin, dan langsung dikebumikan. ( Nita, Esha )