News Room, Selasa ( 06/03 ) Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumenep, Ali Makki (22), warga Desa Guluk-guluk Barat, Kecamatan Guluk-guluk, diketahui tewas tertusuk di Negeri Jiran Malaysia. Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, yang bersangkutan baru 15 bulan menjadi TKI di Malaysia sebagai kepala tukang bangunan, dengan menggunakan paspor pelancong, sekitar awal tahun 2010. Sebelum tewas, korban sempat hilang selama empat hari setelah pulang dari tempat kerjanya, yakni sejak Kamis (01/03) lalu, sekitar pukul 17.00 waktu Malaysia. Mengetahui hal itu, adik korban, M. Latif (20) yang juga menjadi TKI dan bekerja ditempat yang sama, mencari korban. Pencarian itu tidak membuahkan hasil. Namun, ketika memasuki hari keempat, tepatnya hari Minggu (04/03) kemarin, tiba-tiba korban ditemukan dihutan dengan kondisi luka tusuk diperutnya dan muka hancur. Saudara korban, Jamil (35) warga Desa Guluk-guluk Barat mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Malasyia setelah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Informasi yang kami terima, kalau melihat kondisinya Ali Makki menjadi korban pembunuhan. Tapi, kami tidak tahu motifnya apa, yang jelas informasi yang kami terima korban ditemukan meninggal dunia di hutan dengan luka tusukan diperut hingga tembus dan mukanya luka-luka,” kata Jamil dikediamannya, Sumenep, Selasa (06/03). Jamil mengungkapkan, keluarga korban berusaha memulangkan jenazah, yang saat ini sedang dalam perjalanan dari Malasyia. “Diperkirakan sore ini, sekitar pukul 15.00 Wib, jenazah korban akan sampai di Bandara Juanda, Surabaya. Selanjutnya akan dibawa langsung kerumah duka untuk dimakamkan,”terangnya. Untuk biaya pemulangan jenazah korban, kata Jamil, sementara waktu ditanggung sendiri, sebesar Rp. 30 juta. “Kami upayakan jenazah dipulangan dari Malaysia. Kami sendiri masih bingung mau mendapat dari mana dana pemulangan itu, karena korban merupakan warga kurang mampu,” ujarnya. Jamil berharap, ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten Sumenep, terhadap nasib korban yang telah tewas tertusuk di Malaysia. “Korban saat ini meninggalkan satu istri dan satu anak yang masih berumur 5 tahun. Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan bantuan dana pemulangan jenazah tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )