News Room, Sabtu ( 26/11 ) Pimpinan Kepolisian Resor Sumenep, melakukan "Safari Jum’at", dengan menunaikan sholat Jum’at di masjid diluar Masjid Walisongo di Markas Kepolisian Resor setempat. Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, menjelaskan, kegiatan ini ingin lebih meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat Sumenep, karena dianggap sebagai media paling bagus menyampaikan informasi pada warga setempat. “Disatu sisi pelaksanaan “Safari Jum’at” ini, kami ingin lebih akrab bermitra dengan masyarakat. Tapi, disisi lainnya kami menyampaikan beberapa informasi yang sifatnya menonjol, utamanya gangguan kamtibmas dan menimbulkan keprihatinan bagi saya,”kata Dirin, di Polres Sumenep, Sabtu (26/11). Yang menonjol gangguan kamtibmas di Sumenep, kata Dirin, meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan Narkoba. “Angka curanmor dan narkoba cukup tinggi di Sumenep. Padahal, dikenal dengan kota agamis, tapi penangkapan narkoba terbesar dengan barang bukti 21,1 gram shabu, justru terjadi di Sumenep. Setelah ditelaah, ternyata penanganan semua kasus tersebut perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak bisa hanya dilakukan polisi saja,”terangnya. Oleh karena itu, pihaknya memanfaatkan “Safari Jum’at” dengan melakukan dialog bersama jamaah sholat Jum’at. “Kami memang butuh dukungan warga dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Dalam forum usai sholat Jum’at itu, kami mencoba mengingatkan kembali pentingnya dukungan warga dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif,”ujarnya. Kapolres mengungkapkan, sebenarnya beberapa tahun lalu, Safari Jumat adalah salah satu program nasional yang dilaksanakan oleh jajaran Polri di daerah. “Jadi, kami sifatnya hanya menghidupkan kembali Safari Jum’at, karena dalam konteks wilayah, program tersebut sangat cocok dilaksanakan di Sumenep. Selain itu, kami juga masih melaksanakan program Safari Pondok Pesantren (kunjungan kepada Pengasuh Pondok Pesantren) yang merupakan kegiatan resmi dan instruksi pimpinan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )