Media Center, Jumat ( 24/08 ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh Anwar Kabupaten Sumenep berupaya meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit, khususnya terkait dengan upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak. Bahkan, dalam rangka menyukseskan program tersebut, beberapa waktu lalu RSUD dr. H. Moh. Anwar mendapat pendampingan Replikasi Emas oleh Tim Penurunan Angka Kematian Anak dan Ibu (PENAKIB) Provinsi Jawa Timur.
Direktur RSUD dr. H. Moh Anwar Kabupaten Sumenep, dr. H. Fitril Akbar, M.Kes menjelaskan, sesuai fakta yang ada dengan angka kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Sumenep pada tahun 2017 mencapai 54,77 per-100.000 kelahiran hidup. Meningkat 4,15 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 50,62 per-100.000 kelahiran hidup.
“Data tersebut menjadi dasar pentingnya penurunan angka kematian anak dan ibu di Rumah Sakit milik Pemkab Sumenep ini,” tandasnya.
Diakui dr. Fitril, jika tujuan dari program inovasi tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas akses pelayanan kesehatan rujukan dari Puskesmas beserta jejaringnya ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Yakni melalui Aplikasi Pusat Pantauan Rumah Sakit Emergency Ponek Poned Terpadu (PUSPA SEPoTE) merupakan suatu system rujukan online bagi kasus kegawatan maternal dan atau neonatal dengan menggunakan system yang dikembangkan di RSUDMA.
Saat ini, aplikasi PUSPA SEPoTE sedang dalam tahap penyempurnaan, sosialisasi dan simulasi pelaksanaannya di internal Rumah Sakit.
“Jika dirasa sudah sempurna akan disosialisasikan juga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Puskesmas beserta jejaringnya,” tambahnya.
Karena itu Fitril juga berharap dukungan serta peran semua pihak agar melalui system yang sudah dibuat RSUD Moh. Anwar Sumenep ini bisa memberikan sumbangsih terhadap penurunan angka kematian anak dan ibu di Kabupaten Sumenep. ( Ren, Esha )