Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-07-2008
  • 520 Kali

Tingkatkan Mutu Produksi Pertanian

News Room, Jum’at ( 25/07 ) Peningkatan produksi pertanian terus ditingkatkan agar ketersediaan swasembada pangan khususnya di Kabupaten Sumenep tercukupi dan semakin meningkat. Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Satam, M.Si ketika ditemui News Room dikantornya, kemarin. Disamping itu menurut H. Satam, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep juga terus melakukan upaya peningkatan mutu produksi hasil pertanian. Sebab kedepan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia, sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat. “Untuk sementara Sumenep sendiri tidak ada masalah terkait mutu produksi, bahkan di daerah-daerah areal pertanian padi, misalnya sudah banyak kwalitas hasil produksinya cukup bagus. Sebagian medium, bahkan sudah banyak yang lebih baik, menjadi kwalitas premium.”ujar H.Satam. Dijelaskan, pada areal sawah yang biasanya menghasilkan padi dengan mutu premium terdapat di daerah-daerah khusus persawahan, seperti di Kecamatan Kota Sumenep, Gapura, Lenteng, Ganding, Guluk-guluk, Ambunten. Sedangkan untuk daerah kepulauan hasil padi jenis medium dan premium juga ada, yakni di wilayah kepulauan Kangean. Bahkan dari sekitar 24.000 hektar lahan persawahan di Sumenep menurut H. Satam, sekitar 7.600 hektar berada di pulau Kangean, yakni di Kecamatan Arjasa dan Kangayan. Sedangkan hasil produksi padi non hibrida rata-rata sekitar 6,8 ton/hektar. Berarti naik dari tahun 2007 lalu sekitar 6,1 ton/hektar. Namun untuk jenis padi hibrida bisa mencapai 9 hingga 11 ton/ hektar. Dan di Kabupaten Sumenep sendiri areal padi hibrida ada sekitar 520 hektar pada musim panen 2008 ini. Musim panen dalam setahun biasanya dua kali, yakni musim kemarau (MK) dan musim penghujan (MP). Untuk tahun 2008 ini panen perdana MP yang merupakan panen raya terjadi pada bulan April-Mei lalu. Untuk panen MK terjadi pada bulan Juli-Agustus ini. Tapi biasanya panen kedua ini hasil produksi berkurang karena sebagian lahan sawah ada yang ditanami tembakau dan sebagian tanaman lain. ( Ren, Esha )