Media Center, Senin ( 16/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menaruh perhatian serius terhadap eksistensi batik khas daerah setempat, karena mempunyai potensi pasar sangat luar biasa demi mendorong perekonomian masyarakat.
“Komitmen pemerintah daerah dilakukan melalui pelatihan kepada pengrajin batik serta penyelenggaraan festival-festival batik seperti Batik On The Sea dan Sumenep Batik Festival saat ini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si pada Sumenep Batik Festival 2019 di Hall PT Garam Kalianget, Minggu (15/12/2019) malam.
Dia menyatakan, banyak kegiatan bernuansa batik yang dilakukan sejak 3 tahun lalu melalui berbagai acara, mampu mendorong semangat para pengrajin batik meningkatkan daya kreativitas dan inovasi, melahirkan karya dengan mempertahankan ciri khas batik masyarakat Sumenep.
“Pemasaran batik sudah menyentuh pasar internasional, mengingat masyarakat yang memakai batik bukan hanya kalangan biasa, melainkan para kepala negara di berbagai dunia. Jadi manfaatkan peluang itu sebagai sesuatu yang bernilai guna, untuk menopang perekonomian masyarakat,” ujar Sekda Edy Rasiyadi.
Sumenep Batik Festival 2019 dimeriahkan oleh Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra, Iwan Kabul Pemenang The New L-Men of The Year 2018, dan para desainer Jawa timur di antaranya Desainer muda asli Kabupaten Sumenep Imam Mustaf.
Saat ini, UKM batik di Sumenep eksistensinya diakui berbagai kalangan dan merambah pasar nasional bahkan internasional, sehingga diharapkan pada tahun selanjutnya semakin tumbuh industri batik demi meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Pengrajin batik harus memanfaatkan kekayaan wisata baik wisata religius, alam maupun seni budaya untuk menciptakan karya batik, sekaligus mengembangkan pemasarannya,” jelas Sekda Sumenep Edy Rasiyadi.
Sementara, Puteri Indonesia 2018, Sonia Fergina Citra menyampaikan, batik merupakan warisan leluhur yang perlu dilakukan pelestarian dan pengembangan, apalagi batik Sumenep memiliki ciri khas tersendiri.
“Batik Sumenep mempunyai ciri khas tersendiri menunjukkan karakter seni dan alam, bahkan motif batik memiliki cerita tersendiri,” tandasnya.
Peserta Sumenep Batik Festival tahun 2019 berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto dan Sidoarjo.
“Jumlah pesertanya sebanyak 65 orang terbagi dalam 4 katagori, yakni A dan B serta Remaja A dan Remaja B. Pelaksanaan babak penyisihan hingga grand final dimulai Minggu (15/12/2019) pagi hingga malam hari,” pungkas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, MM. ( Yasik, Fer )