News Room, Selasa ( 12/02 ) Suasana kondusif, tenang dan tanpa adanya konflik apapun bukan berarti kita bersantai ria dan tidak waspada. Malah, dalam kondisi yang serba tenang seperti sekarang inilah, kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan setinggi mungkin, sebab dalam suasana seperti itu mudah terjadi kerawanan sosial yang bisa mengakibatkan terganggunya stabilitas masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidiq, S.Sos, M.Si pada “Dialog Ketertiban Dan Keamanan Bulan Januari 2013” di Aula Kantor Kecamatan Saronggi. Selasa (12/02). “Potensi kerawanan sosial, bisa muncul kapan saja dan dimana saja tanpa bisa dikendalikan, apalagi, menyangkut isu-isu publik yang gampang menyulut kerawanan,”ujarnya. Karena itu komitmen dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Sumenep yang kondusif dan tenang. Agar di masa mendatang, Kabupaten Sumenep tidak mendapatkan hambatan berarti dalam mensukseskan pembangunan yang telah kita tetapkan. Munculnya konflik sosial itu, disebabkan oleh hal-hal sepele yang tidak pernah diduga sebelumnya. Misalnya, peristiwa bentrok di Lampung Selatan bulan Nopember tahun lalu, yang penyebabnya sangat sepele yakni hanya gara-gara masalah seorang gadis yang diduga dilecehkan oleh pemuda desa lain, lantas dua desa saling serang. Akibatnya sebanyak 300 rumah terbakar, 12 orang tewas, puluhan orang luka-luka dan beberapa fasilitas umum rusak. Lalu berturut-turut terjadi di Poso, Lombok Barat, Dan Bireun Aceh. Di Bireun Aceh ini, seseorang diduga sebagai penyebar aliran sesat dan dihakimi massa hingga menyebabkan 3 orang tewas. Yang jelas, tegas Soengkono Sidik, terjadinya konflik sosial, baik konflik horizontal maupun vertikal, hanya akan merugikan masyarakat sendiri, baik harta, jiwa dan rasa aman. jika situasi sudah tidak bisa kondusif, bagaimana mungkin akan melanjutkan pembangunan? padahal, faktor keamanan dan ketertiban adalah modal paling utama dalam menata masyarakat. “Bagaimanapun bagus program yang kita susun, tapi kondisinya tidak aman, jelas tidak akan bisa maksimal,”tambahnya. Karena itu, tegas Wabup Sumenep ini, perlunya langkah-langkah antisipasi dan solusinya untuk menjaga stabilitas tersebut, yakni dibidang politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan dan ketertiban. Serta tetap bersikap rasional, waspada dan tingkatkan jiwa nasionalisme sehingga tidak mudah dimobilisasi untuk tindakan anarkis. ( Ren, Esha )