Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-07-2021
  • 1389 Kali

Tingkatkan kesejahteraan, Pemkab Sumenep Latih Pemuda Dan Santri Entrepreneur

Media Center, Senin ( 12/07 ) Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH merealisasikan salah satu visi-misi yakni Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dan Santri Millenial Entrepreneur, sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir.

“Program wirausaha muda pemula untuk menghasilkan wirausaha muda dari kalangan santri dan alumni pesantren yang aktif di Pondok Pesantren (Ponpes), guna mengelola potensi di sekitar Ponpes menyosong industrialisasi 4.0,” kata Bupati saat membuka kegiatan pelatihan secara virual, Senin (12/07/2021).

Bupati menyatakan, program ini untuk membangun jejaring bagi para santri dan alumni yang aktif di pondok pesantren dalam mengelola usaha, baik secara mandiri atau bersama-sama dengan satu sistem jaringan pengembangan usaha santri millenial entrepreneur.

Kegiatan wirausaha muda pemula menekankan pada empat pelatihan yakni, digital marketing dan otomotif, desain animasi, produk pangan dan pelatihan skill individu, yang dibagi menjadi empat plasma ini melibatkan sekitar 500 wirausaha muda pemula.

“Ratusan peserta itu utusan desa untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), utusan kecamatan dan utusan pondok pesantren,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keislaman di Kabupaten Sumenep sebanyak 109 lembaga, alumni dari pondok pesantren serta lembaga keislaman yang mandiri baik di Kabupaten Sumenep atau luar daerah.

“Kami melibatkan pula tenaga muda terampil berlatar belakang organisasi Islam, alumni lembaga Islam dan pondok pesantren,” jelas Bupati.

Program wirausaha muda pemula dengan tema santri millenial entrepreneur 2021 merupakan wujud nyata dari visi-misi Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Nyai Dewi Khalifah. 

Bupati mengharapkan pemuda jangan sering bermimpi jadi PNS, tetapi berusahalah sebagai wirausahawan yang nilai manfaatnya jauh lebih besar kepada masyarakat, karena seorang pengusaha bisa menyerap 5 tenaga kerja, bahkan kalau usahanya makin besar, bisa menyerap lebih banyak lagi.  

“Untuk itulah, para peserta mengikuti semua tahapan pelatihan yang dijadwalkan dengan sebaik-baiknya agar keterampilan bisa diandalkan dan program nyata visi misi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. ( Yasik, Fer )