News Room, Jumat ( 13/03 ) Masyarakat cenderung panik ketika mengalami gejala demam dan panas dingin, bahkan tidak jarang gejala tersebut disimpulkan sebagai penyakit chikungunya.
Bahkan berdasarkan diagnosa masyarakat jenis penyakit yang diderita belum diperiksa ke dokter maupun tempat pelayanan kesehatan terdekat.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Puskesmas Pamolokan, dr. Dela Maulana Anzari, M.Si kepada News Room, Jumat (13/03).
Ia mengatakan, untuk melakukan tindakan fogging atau penanggulangan terhadap wabah penyakit, tentu ada prosedur yang harus dilalui.
Bahkan ada tudingan dari masyarakat terhadap Dinas Kesehatan yang dianggap tidak tanggap dan tidak siaga terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat.
Selanjutnya dr. Dela menghimbau, kepada masyarakat agar kesadaran arti kesehatan lingkungan ditingkatkan, untuk mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah dan chikungunya. ( JuP-01, Fer )