News Room, Selasa ( 26/10 ) Upaya pemerintah dalam merevitalisasi industri garam ditanah air, untuk menghindari ketergantungan impor garam Indonesia, dinilai cukup bagus, dan diharapkan bisa terwujud. Bahkan, dalam pengakuan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum ketika di Sumenep Senin (25/10) kemarin, jika saat ini sekitar 80 persen garam Indonesia masih impor dari luar negeri, merupakan kenyataan yang harus menjadi cambuk negara yang dulu memiliki potensi industri garam terbesar di Asia, utamanya dari Madura. Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Kabupaten Sumenep, H. Suwarno mengungkapkan, salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah dalam meningkatkan industri garam di Indonesia, yakni dengan malakukan alih teknologi dan pengawasan yang ketat terhadap harga garam. “Sebab, seringkali harga garam tidak stabil dan seringkali merugikan petani. Utamanya ketika terjadi over produksi, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu,”ujarnya. Terkadang membuat petani garam enggan beraktifitas, ketika kemudian harga jual garam tidak cocok dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Apalagi dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini. Namun, pihaknya merasa bersyukur dalam tiga tahun ini harga garam cukup tinggi, namun pada musim produksi tahun 2010 ini justeru yang terjadi cuaca tidak bersahabat. Sehingga petani tidak banyak menghasilkan garam. Karena itu menurut H. Suwarno, perlu juga dilakukan alih tehnologi kepada petani. Sebab, selama ini alih tehnologi yang ada hanya banyak dilakukan perusahaan garam, sedangkan petani yang tidak memiliki modal besar sulit mengeyam alih teknologi. Disamping lebih mudah dan cepat juga tidak banyak mengeluarkan tenaga dan waktu. Jadi tegas Suwarno, dengan adanya PT. Garam di Kalianget yang merupakan Perusahaan garam terbesar di Indonesia, perlu menerapkan alih teknologi itu kepada petani. Dan petani juga nantinya harus konsekwen dengan kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan. Karena memang untuk alih teknologi jelas memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena, tegas H. Suwarno, PT. Garam juga memiliki tanggung jawab untuk stok garam nasional. Sehingga, perlu melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan industri garam. Disamping yang dikelola sendiri juga garam dari petani yang dibina melalui alih teknologi dan sebagainya. “Sebab, untuk melaksanakan alih teknologi di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep dari lahan yang ada cukup memadai, tinggal bagaimana keinginan dan kerjasama itu bisa diwujudkan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )