Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-10-2005
  • 649 Kali

TIMBUNAN SAMPAH PASAR ANOM BARU HARUS SEGERA DIBERSIHKAN

Sumenep-Infokom News Room : Timbunan sampah menggunung di Pasar Anom Baru sebelah selatan, tidak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan, ternyata meresahkan masyarakat terutama para pedagang. Karena sampah yang ditimbun di sisi jalan itu, selain mengganggu lalu lintas pedagang dan pembeli yang keluar masuk pasar, juga menyebarkan bau busuk yang bisa mengganggu kesehatan. Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban Pasar Anom Baru H. Muhram ketika pihaknya melaporkan masalah sampah kepada kepala pasar. Namun setelah diamati hingga kemarin belum ada tindakan apapun terhadap masalah sampah tersebut. Padahal menurutnya, hal itu sudah berlangsung hampir setengah bulan. Karena itu, diharapkan pihak yang terkait, khususnya Dinas PU. Cipta Karya dan Kebersihan, secepatnya menangani persoalan sampah tersebut, agar pedagang maupun pembeli tidak terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan timbunan sampah tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas PU. Cipta Karya dan Kebersihan Kab. Sumenep melalui Kasi Kebersihan Syamsul Arifin, ketika ditemui News Room diruang kerjanya kemarin (20/10) membenarkan adanya timbunan sampah di pasar anom baru tersebut. Namun menurutnya, persoalan sampah itu bukan hanya terjadi di pasar anom baru saja, melainkan hampir di seluruh tempat pembuangan sampah yang ada di Sumenep. Dijelaskan, persoalan itu timbul, seiring dengan naiknya Bahan Bakar Minyak per-1 Oktober 2005 lalu. Karena, kenaikan harga BBM itu, ternyata mempengaruhi biaya operasional pengangkutan sampah, yaitu biasanya biaya tersebut cukup untuk satu minggu, sekarang hanya cukup untuk 2 hari saja. Diakui, sebenarnya pihaknya sudah berusaha mencari solusi dari permasalahan itu dengan menghubungi Bagian Keuangan Setkab Sumenep, namun hingga saat ini masih belum ada kepastian. Karena itu, pihaknya berharap kepada pihak pasar, agar tidak tergantung kepada petugas kebersihan, tapi sebisanya mempunyai armada kebersihan sendiri agar lebih mudah pengelolaannya. ( Nita,Fj )