Sumenep-Infokom News Room : Pencarian korban bencana tanah longsor di lokasi penggalian batu bata putih di Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan, yang tertibun reruntutan Marbu’ie warga Desa Lamperreng, hingga Senin (11/04) malam terus dilakukan pencarian oleh petugas dan masyarakat setempat, namun hingga hari Selasa (12/04) korban tersebut belum ditemukan. Bahkan untuk mengetahui perkembangan lebih jauh tentang kondisi reruntuhan itu, Ketua Tim Satkorlak PBP Kabupaten Sumenep, Drs. H. Abdul Muiz, MM langsung meninjau lokasi kejadian, Selasa (12/04). Ditemui disela-sela kunjungannya itu, Drs. H. Abdul Muiz, MM mengatakan, belum ditemukannya korban Marbu’ie hingga saat ini, dikarenakan selain kesulitan pihaknya untuk mengirimkan alat-alat berat, dengan kondisi tanah dilokasi sekitar kejadian yang masih sangat labil untuk terjadi tanah longsor susulan, sehingga dalam pencarian itu hanya mengunakan alat seadanya saja, disamping disebabkan keberadaan korban berada dikedalam 30 hingga 35 meter. Namun demikian menurut Abdul Muiz yang juga Wakil Bupati Sumenep ini menerangkan, untuk menyelamatkan jiwa korban, sebab telah beberapa hari tertimbun reruntuhan meski dengan resiko yang sangat tinggi, pencarian terhadap korban tetap dilaksanakan. Bahkan sikap Pemerintah Daerah guna meringankan beban keluarga korban yang saat ini membutuhkan uluran tangan, sudah selayaknya pemerintah daerah memberikan bantuan, baik yang saat ini dirawat ini di rumah sakit maupun keluarga yang belum ditemukan. Oleh kerananya, setelah melakukan pendataan, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Diakui pula, karena bantuan itu sangat dibutuhkan keluarga korban, maka dalam minggu ini bantuan itu akan diserahkan kepada mereka, namun demikian akibat bantuan yang dibutuhkan itu beragam, maka tidak menutup kemungkinan bantuan itu tidak hanya berupa uang tunai saja. ( Yasik, Esha, Im )