News Room, Kamis ( 29/04 ) Tim Raksin Kabupaten Sumenep menemukan sejumlah kelemahan dalam pendistribusian raskin yang dilakukan Desa pada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM). Sekretaris Tim Raskin Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, setelah dilakukan monitoring dan evaluasi di 19 Kecamatan wilayah daratan, pihaknya memang menemukan sejumlah kelemahan dalam pendistrbusian raskin ditingkat Desa. Kelemahan pendistribusian raskin tersebut, diantaranya pengadministrasian pendistribuian raskin ditingkat Desa, baik pembuatan daftar penerima manfaat (DPM) I dan DPM II, yang dilakukan oleh Tim Raskin tingkat Desa. â€ÂSelian itu, kami juga mendapat keluhan dari rumah tangga sasaran penerima manfaat, terkait dengan kwalitas dan pengurangan jumlah berat beras jatah raskin yang mereka terima. Dan saat ini, kami berkoordinasi dengan pihak Dolog Kalianget untuk mencari penyababnya, sebab hasil evaluasi tim raskin di Gudang Dolog, jatah raskin setiap Desa tidak ada yang bermasalah, baik kwalitas mupun berat per-sak nya,â€Âtegasnya. H. Suprayugi menyatakan, pihaknya mengintrusikan Tim Raskin Kecamatan dan Desa untuk melakukan penebusan jatah raskinnya tepat waktu. Itu dilakukan demi menjaga kwalitas beras raskin, sebab jika terlalu lama disimpan di Gudang Dolog bisa merusak raskin. â€ÂApalagi Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah berkomitmen untuk proses pencairan bantuan subsisi transport raskin diberikan setiap bulan, sesuai dengan tingkat penebusannya, sehingga sangat membantu dalam pendistribusiannya,â€Âungkap mantan Camat Kota Sumenep ini. ( Yasik, Esha )