News Room, Jumat ( 27/03 ) Permainan kesebelasan PERSSU di GOR Lamongan bersama para Tim kesebelasan yang sudah memiliki kelas seperti Deltras Sidoarjo. PERSEPA Pasuruan dan PERSELA Lamongan sebagai tuan rumah, sudah mampu menunjukkan kemampuan bertandingnya. Seperti halnya pertandingan dengan PERSELA Lamongan, PERSSU mampu bertanding dengan baik hingga menghasilan angka sama 2-2. Padahal. PERSELA sudah masuk ke posisi ISL.
Sedangkan saat melawan DELTRAS Sidoarjo menghasilkan gol 1-0. Artinya PERSSU telah mampu bertahan, agar gol tidak sampai banyak masuk gawang sendiri dan menghasilkan gol dengan baik ke gawang lawan.
Hanya saja memang Tim kesebelasan PERSSU sempat tidak bisa mengontrol emosi dalam permainan ketika melawan PERSEPA Pasuruan, akhirnya PERSSU harus mengenyam kekalahan 3-1. Padahal selama babak pertama masih posisi 1-1, namun karena terbawa emosi dengan permainan kasar dari lawan, di babak kedua emosi makin tidak tercontrol karena pemain PERSSU ada yang mendapat kartu merah, dan pihak lawan berhasil memasukkan bola lagi 2 kali ke gawang PERSSU.
Menurut Direktur Teknis Tim Pelatih PERSSU, Junaidi kepada News Room, Jumat (27/03) mengakui permainan tim kesebelasan PERSSU memang harus selalu dilakukan evaluasi, mulai dari teknis bermain, fisik, mental maupun kekompakan para pemain dalam tim.
Bahkan, dalam permainan ujicoba menjelang kejuaraan Devisi Utama April bulan depan, para tim pelatih tidak ingin ketinggalan kesempatan ketika ada permintaan dari PERSELA Lamongan untuk turut uji nyali dalam pertandingan ujicoba bersama para tim ISL di Jawa Timur.
“Dalam pertandingan ujicoba kali ini merupakan kesempatan bagi para pemain maupun tim pelatih untuk melakukan evaluasi kekuatan tim.”ungkapnya. Diakui dalam pertndingan uji tanding kali ini, para pemain PERSSU bisa dikatakan 85 persen telah melakukan permainan yang memuaskan.
Meskipun diakui, ada beberapa kekurangan yang masih perlu terus dilakukan perbaikan dan peningkatan dalam melakukan teknis bermain yang lebih bagus.
Disamping itu, para pemain PERSSU juga perlu memperhatikan permainannya agar berhati-hati untuk tidak melakukan pelanggaran sehingga menyebabkan mendapat kartu peringatan dari wasit.
Setiap pemain harus berusaha menghindari peringatan wasit dengan kartu kuning apalagi hingga mendapat kartu merah. Sebab, para pemain akan selalu dinilai setiap melakukan pertandingan di lapangan.
“Kami masih harus melakukan evaluasi agar tim kesebelasan PERSSU nantinya betul-betul solid. Seperti pada posisi sayap kiri, striker, gelandang dan beberapa posisi penting lainnya yang perlu di tempatkan pemain yang cocok,”tambahnya. ( Ren, Esha )