News Room, Selasa ( 15/12 ) Tim monitoring dan evaluasi (monev) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Sumenep, mulai turun kebawah (turba). Dihari pertama ini (15/12/2015), monev dilakukan di enam titik penerima DBHCHT tahun 2015.
"Hasil monev dihari pertama, ternyata tepat sasaran dan sudah dimanfaatkan oleh para kelompok tani selaku penerima bantuan,"kata Kabag Perekonomian Setdakab Sumenep, Moh. Hanafi, SIP, Selasa (15/12).
Ia menuturkan, bantuan DBHCHT tahun 2015, disalurkan melalui delapan satuan kerja (satker). Monev kali ini, dilaksanakan bagi penerima bantuan, yakni Kelompok Tani Harapan Jaya berupa demplot komposter, dan Kelompok UKM Anugerah Ilahi, ke duanya di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.
"Dilanjutkan ke Kecamatan Pasongsongan, yakni bantuan sapi bagi Kelompok Tani Baru Muncul, Desa Rajun, dan Kelompok Tani Al-Imron, di Desa Prancak. Kemudian bantuan embung air di Kelompok Tani Empat Saudara, Desa Campaka, serta bantuan Hand Tracktor di Kelompok Tani Bintang Timur, Desa Lebbeng Timur,"terangnya.
Kegiatan monev diikuti oleh perwakilan dari 8 Satuan Kerja sebagai penyalur DBHCHT 2015, yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Peternakan, dan Dinas Koperasi UKM.
Hanafi berharap masyarakat supaya menghindari pembelian rokok tanpa pita cukai, karena hal itu merugikan negara. ( Nita, Esha )