News Room, Kamis ( 19/07 ) Tim kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Sumenep, mulai melakukan pemantauan terhadap persediaan (stok) di masing-masing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat, menjelang bulan ramadhan 1433 Hijriyah. Sekretaris Tim Kelangkaan BBM Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, pemantauan ini guna mengecek stok BBM di SPBU, sekaligus mewaspadai meningkatnya permintaan menjelang bulan ramadhan hingga lebaran tahun 2012. Apalagi, bulan Agustus 2012 nanti, juga bersamaan dengan musim panen tembakau, yang biasanya kebutuhan BBM selalu bertambah. “Kita akan melakukan pendataan, karena bulan puasa ini berbarengan dengan musim tembakau, yang transportasi diperkirakan meningkat. Sehingga kebutuhan bbm akan meningkat pula. Makanya, jauh-jauh hari kita lakukan pemantauan agar tidak terjadi kelangkaan BBM. Kami upayakan kebutuhan BBM maupun gas di Sumenep, bisa tercukupi dengan baik,”kata H. Syaiful, di Sumenep, Kamis (19/07). Untuk pendataan persediaan BBM di Sumenep, kata Syaiful, pihaknya akan berkoordinasi dengan Depo Camplong. “Pihak Depo Camplong sendiri sudah bersedia melaporkan pada kami jumlah pengiriman BBM ke Sumenep, berdasarkan penebusan masing-masing SPBU,”terangnya. H. Syaiful mengungkapkan, hasil pantauan sementara, saat ini kebutuhan BBM baik diwilayah daratan maupun kepulauan tidak ada kendala, dab masih tercukupi. Jadi, tidak perlu dilakukan penambahan stok. “Tapi, kalau nantinya ternyata dibutuhkan penambahan stok oleh SPBU, kami upayakan meminta pada depo camplong, sehingga ada penambahan suplay BBM ke Sumenep,”ujarnya. H. Syaiful mengaku, bahwa kebutuhan BBM di Sumenep tiap harinya tergantung pada penebusan yang dilakukan tiap-tiap SPBU. “Sesuai harapan Pertamina Jagir, Surabaya, bahwa pengiriman BBM ke Sumenep sebanyak 115 kilo liter per-bulan. Namun, suplay yang selama telah berlangsung, seperti premium sudah melebihi 11 kiloliter selama tri wulan pertama tahun ini. Nah, kalau tidak dilakukan penekanan/penghematan terhadap penggunaan BBM, dipastikan tidak akan mencukupi hingga akhir tahun mendatang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )