News Room, Kamis ( 25/11 ) Dalam rangka mengembangkan pelaksanaan pendidikan di sekolah, agar proses belajar mengajar di kelas menjadi menarik, menyenangkan dan efisien, perlu ketrampilan dan skill para guru dalam menggunakan media pembelajaran dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal terseut diungkapkan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Mislamri, MM disela-sela kegiatan Work Shop Pengembangan Materi Pelajaran Dengan Menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) bagi Guru SMP, SMA dan SMK, di Aula BQ Computer Kelurahan Bangselok, Rabu (25/11). “Saat ini, para guru khususnya untuk tingkat sekolah menengah dan menengah atas serta kejuruan perlu memiliki skill dan kemampuan melaksanakan pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi,”ujarnya. Sebab, saat ini dunia teknologi informasi komunikasi sudah berkembang, sehingga mau tidak mau, para guru juga harus terus mengikuti perkembangan yang ada. Karena kalau tidak, mereka akan tertinggal jauh dan proses pemberian materi pembelajaran dikelas akan membosankan karena sudah ditinggal kemajuan teknologi. Misalnya, selama ini pemberian materi pelajaran dengan menggunakan kapur tulis dan alat tulis lainnya, sehingga para guru dan siswa harus belepotan dan kotor, ketika menulis dan menghapus papan tulis. Namun, saat ini dengan media TIK, guru cukup membawa laptop dan tinggal menerangkan. Karena, materi sudah bisa ditayangkan melalui layar monitor. Bahkan, disajikan dengan bentuk variasi dan bermacam bentuk desain, permainan dan sebagainya. “Suasana belajar menjadi menarik, menyenangkan dan efisien. Dan, siswa merasa betah mengikuti pelajaran dan punya keinginan untuk juga memiliki pengetahuan TIK seperti gurunya,”tambahnya. Dijelaskan, kegiatan work shop pendidikan tersebut diikuti sebanyak 40 guru SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Sumenep daratan dan kepulauan. Dengan mengundang tenaga tutor yang memiliki spesifikasi TIK tingkat nasional. Mereka akan mengikuti kegiatan tersebut selama 4 hari kedepan. Diharapkan, skill yang dimiliki para guru nantinya dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan bisa ditularkan kepada guru lainnnya. ( Ren, Esha )