News Room, Senin (18/07) Kasus tertembaknya kepala Suraedi alias Dedek, warga Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, hingga Senin (18/07) ini, terus dikembangkan. Saat ini, 3 warga Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, dibawa Tim Gabungan Polda Jawa Timur bersama Polres Sumenep, ke Markas Polres (Mapolres) setempat. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, ketiga warga Sapeken itu sengaja dibawa ke Polres, untuk dimintai keterangan, terkait kasus tertembaknya kepala warga Kepulauan Sapeken tersebut. “Pemeriksaan terhadap warga Sapeken, dilakukan oleh Tim Gabungan Polda Jatim dengan Polres Sumenep. Untuk sementara ketiga warga tersebut, sekarang masih diperiksa di Mapolres Sumenep,”kata Susanto, pada wartawan di Sumenep, Senin (18/07). Penyebab tertembaknya warga itu, kata Susanto, belum diketahui, karena Tim Gabungan masih fokus memeriksa tiga warga Sapeken. “Hasil sementara pemeriksaan terhadap tiga warga Sapeken itu, masih dalam proses. Jadi, kami belum bisa membeberkan secara rinci,”terangnya. Suraedi alias Dedek, warga Kepulauan Sapeken, tertembak di kepala tepatnya di bagian dahi, pada Jumat (15/07) kemarin. Polres Sumenep langsung berkoordinasi dengan Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Jawa Timur dan Mabes Polri. Hasil konfirmasinya, memang ada penangkapan sejumlah orang yang diduga melakukan transaksi jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal oleh personel Polair Mabes Polri yang melakukan patroli rutin di Perairan Sapeken. Namun, jajaran Polres Sumenep belum berani memastikan apakah warga Sapeken itu menjadi korban tembakan dalam penggerebekan yang dilakukan personel Polair Mabes Polri pada sejumlah warga yang diduga melakukan transaksi BBM ilegal di Perairan Sapeken. Untuk itu, tim gabungan Polda Jatim bersama Polres Sumenep, diberangkatkan ke Pulau Sapeken, pada Sabtu (16/07) kemarin, guna menggali fakta tertembaknya warga Sapeken tersebut. ( Nita, Esha )