Media Center, Rabu ( 01/02 ) Tak kurang dari tujuh Kecamatan di Kabupaten Sumenep yang perlu diwaspadai warganya, terutama di musim hujan ini. Pasalnya di Kecamatan-Kecamatan itu rawan terjadi bencana alam berupa banjir dan longsor.
“Yang langganan banjir seperti Kecamatan Batuan, Lenteng, dan Kecamatan Dungkek. Penyebabnya, seperti di Kecamatan Batuan misalnya, sungai di Kecamatan itu merupakan perkumpulan anak sungai yang sering menyebabkan banjir bandang,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Achmad Faruk.
Sementara empat Kecamatan lainnya, menurut Faruk sering terjadi bencana tanah longsor. Keempat Kecamatan itu ialah Kecamatan Ganding, Pragaan, Guluk-guluk, dan Kecamatan Rubaru. "Untuk Kecamatan Rubaru sejak awal 2017 ini menjadi lokasi peristiwa longsor terbanyak," imbuh Faruk.
Tingginya curah hujan dan angin kencang juga berefek lain, tak hanya banjir dan longsor. Namun juga amblas dan ambruknya jembatan. Terkait bencana itu diakui Faruk, pihaknya hanya bisa melakukan antisipasi yang sifatnya pencegahan, seperti memberikan tanggul atau tebing sungai. "Jadi kita tak bisa berbuat banyak," imbuhnya.
Pencegahan lain berupa peringatan yang ditulis pada papan dan dipasang di lokasi-lokasi rawan. "Kita tak henti-hentinya mengingatkan warga agar waspada. Ya, khususnya di tujuh Kecamatan itu, " tutupnya. ( M. Farhan, Fer )