News Room, Kamis ( 26/06 ) Semakin mepetnya waktu pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Juli mendatang, menyebabkan Polres Sumenep sebagai ujung tombak dalam pengamanan Pilgub, sejak dini sudah menetapkan pola pengamanannya. Bahkan, permintaan bantuan personel juga sudah dilakukan, dimungkinkan satu minggu sebelum hari H pencoblosan, Polwil akan mengirimkan 35 personel, kemudian ditambah 1 pleton pasukan Brimob. Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Darmawan menuturkan, pola pengamanan yang akan diterapkan dalam pelaksanaan Pilgub nanti, yakni 2 - 6 - 6. Artinya, 2 aparat kepolisian akan menjaga 6 tempat pemungutan suara (TPS) dan 6 Linmas. “Kita tetapkan tiga TPS akan dijaga satu orang polisi dan enam anggota Linmas,†terangnya. Kapolres mengatakan, pola itu dikoordinasikan dengan KPUD Sumenep, sehingga tidak ada masalah. Dalam pola pengamanan tersebut, untuk wilayah kepulauan memang diprioritaskan, dengan dilakukan pemilahan terlebih dahulu. “Kita tidak ingin TPS yang dijaga satu orang polisi itu, terdapat diluar pulau. Makanya, sedini mungkin sudah dipilah-pilah,†tegasnya. Kapolres menambahkan, dengan tambahan 35 personel dari Polwil Madura dan satu pleton pasukan Brimob, maka dipastikan pengamanan Pilgub pada Juli nanti akan berjalan aman dan lancar. Namun, demi menjaga keamanan di wilayah yang dianggap rawan, seperti kepulauan Sapeken, maka 35 personel dari Polwil itu langsung disebar ke masing-masing Polsek di kepulauan. “Untuk satu pleton Brimob akan di stand bye-kan di Polres Sumenep,†tegasnya. ( Nita, Esha )