Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-10-2006
  • 491 Kali

TERLILIT TALI JARING IKAN,TEWAS DITELAN OMBAK

Sumenep-Kominfo News Room : Gara-gara terlilit tali jaring ikan, akhirnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Satrawi (27) warga Desa Giliyang Kecamatan Dungkek, tewas ditelan ombak diperairan Belluk Raja Kecamatan Ambunten, Minggu kemarin (01/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Kapolsek Ambunten, IPDA Salehudin, ketika mendampingi Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika pemilik perahu mesin Indra Kota, Burahwi (53) warga Desa Belluk Raja Ambunten, sekaligus sebagai nahkoda perahu tersebut bersama 12 ABK-nya sedang berlayar. Kemudian, pada saat para ABK itu bersiap-siap untuk melempar jaring ikan ke tengah laut, yang bersamaan dengan datangnya ombak besar, tiba-tiba tangan korban terlilit jaring ikan, dan tubuh korban terseret kedalam laut. Salehudin menandaskan, melihat hal itu, ABK lainnya langsung melakukan pertolongan dengan menyeret kembali jaring ikan tersebut. Namun, usaha pertolongan para ABK tersebut sia-sia, karena setelah 1 jam lamanya, jaring ikan berhasil ditarik ke atas perahu bersama tubuh korban yang masih terlilit jaring ikan, tapi tubuh korban sudah tewas, dengan kondisi tubuh bengkak. Salehudin menjelaskan, setelah tubuh korban berhasil diangkat, nahkoda dan para ABK-nya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Setibanya didaratan, aparat langsung membawa tubuh korban ke Puskesmas setempat untuk melakukan visum. Salehudin menerangkan, sesuai dengan hasil visum tersebut, dipastikan korban murni tewas akibat kecelakaan laut, karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Salehudin memaparkan, dalam peristiwa itu, aparat menyita barang bukti berupa tali jaring yang melilit ditangan korban. Sedangkan 11 ABK lainnya, yakni Sukirno (35), Sahnayu (35) dan Razak (32), semuanya warga Desa Giliyang. Kemudian, Sirwan (45) dan Jufri (20), warga Desa Semaan Dasuk, Sulaiman (30) warga Desa Tambak Agung Tengah Ambunten, Sarbini (45) dan Samhadi (30) warga Desa Belluk Raja Ambunten, Dulmawi (60) warga Desa Manding Timur, Matrabu (30) dan Sadik (40), warga Desa Belluk Kenek Ambunten. ( Nita, Esha, Soek )