Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-03-2007
  • 506 Kali

TERKAIT PENGHENTIAN BANTUAN, PIMPINAN DAN DEKAN UNIJA LAKUKAN AUDENSI KE DPRD SUMENEP

Sumenep-Kominfo News Room : Pimpinan dan Dekan Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep menggelar audensi dengan pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sumenep, Kamis pagi (01/03). Pertemuan tersebut untuk mengklalirifikasi penghentian dana bantuan pemerintah daerah tahun 2007 kepada Universitas tersebut, akibat dugaan aksi demo mahasiswanya terhadap wakil rakyat, terkait dengan PP Nomor 37 tahun 2006 beberapa waktu lalu. Ketua Yayasan UNIJA Sumenep, Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si mengatakan, selain tujuannya meminta kejelasan alasan penghentian pemberian dana bantuan tahun ini, pihaknya juga bisa menjelaskan secara rinci tentang citivitas dan keberadaan UNIJA ke DPRD Sumenep. Menyinggung untuk mendapatkan bantuan perguruan tinggi harus mengajukan proposal, mantan Kepala Dinas Kesajahteraan Sosial Kabupaten Sumenep ini mengku, pihaknya sangat pesemis jika melalui proposal akan mendapatkan bantuan dana. Selama ini pihaknya setiap kali mengajukan bantuan untuk pengembangan UNIJA, semisal tentang pembangunan 8 ruang kelas, pihaknya tidak pernah mendapatkan persetujuan, padahal untuk membanguan ruang kelas tersebut pihaknya membutuhkan dana miliaran rupiah. Ditempat yang sama Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si menegaskan, untuk sementara ini bantuan dana ke UNIJA terhenti dalam APBD tahun ini sebelum ada evaluasi terhadap penggunaan dana bantuan tahun sebelumnya, sehingga tidak menutup kemungkinan bantuan dana ke UNIJA akan teranggarkan dalam PAK tahun 2007 sesuai dengan proposal yang masuk ke Komisi C. Sementara itu, audensi tersebut berjalan sangat hangat, karena masing-masing kedua belah pihak mengemukakan argumentasi atas penghentian bantuan dana tersebut. Uniknya UNIJA menilai latar belakang penghentian bantuan akibat aksi demo mahasiswanya ketika menolak PP Nomor 37 tahun 2006 beberapa waktu lalu. Namun Komisi C membantah bahwa menghentikan bantuan dana tersebut karena akibat aksi demo mahasiswa UNIJA, melainkan karena pihak UNIJA tidak memanfatakan dana bantuan pemerintah daerah itu secara maksimal. ( Yasik, Esha )