News Room, Rabu ( 04/11 ) Pasca kegiatan sosialisasi rencana eksplorasi minyak dan gas, di Pendopo Kecamatan Pragaan di Desa Larangan Pereng Kecamatan Pragaan, oleh SPE Petroleum Ltd Blok Madura, yang bekerjasama dengan BP Migas Wilayah Japalu (Jawa, Papua, Maluku) beberapa waktu lalu, hingga saat ini masyarakat dan tokoh masyarakat Desa larangan Perreng menyatakan tidak keberatan. “Masyarakat dan tokoh Desa ini tenang-tenang saja. Sebab, masyarakat sudah memahami soal akan adanya eksplorasi Migas tersebut. Jadi kalau ada masyarakat yang melakukan aksi macam-macam terhadap persoalan tersebut, kemungkinan bukan dari masyarakat setempat,†tegas Kepala Desa Larangan Perreng, Hj. Riskiyah, ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Rabu pagi tadi (04/11). Lebih lanjut Riskiyah meyakinkan, kesadaran masyarakat terhadap kepentingan bersama di Desanya sudah teruji. Terbukti, dalam beberapa program pembangunan, dengan kesadaran masyarakat sendiri semua langsung merespon dan mau bersama-sama bekerja untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya ketika ada program sanitasi, semua langsung merespon dan saling bantu sesama warga. Karena itu, pihaknya yakin ketika ada persoalan yang bergejolak dimasyarakat, Riskiyah mengaku akan lebih dulu mengetahui, sebab komunikasi antara pihak terkait dan masyarakat selama ini sudah berjalan dengan baik. Apalagi, pihak pewakilan dari BP Migas dan superintendent SPE Petroleum Ltd, sebagai pelaksana kegiatan eksplorasi tersebut sudah berjanji akan melibatkan masyarakat setempat sesuai dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan. Diakui Riskiyah, Sementara untuk saat ini belum ada kegiatan apapun. Termasuk soal pembebasan tanah milik masyarakat. Namun yang jelas, setiap akan ada kegiatan, komunikasi akan tetap dilakukan antara pihak terkait dengan masyarakat. Sebab, hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama semua pihak pada kegiatan sosialisasi sebelumnya. ( Ren, Adjie )