Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-06-2012
  • 919 Kali

Tergenang Air Hujan, Ratusan Lahan Garam Gagal Panen

News Room, Senin ( 11/06 ) Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, selama 7 jam, sejak Minggu (10/6) malam hingga Senin dini hari, membuat ratusan lahan garam milik petani garam rakyat setempat, tergenang air hujan. Akibatnya, petani garam gagal panen untuk pertama kalinya. Koordinator Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep, Hasan Basri menjelaskan, genangan air hujan di lahan garam itu mencapai antara 5 hingga 10 centimeter, menyebabkan ketuaan garam terganggu. “Mestinya garam tersebut sudah bisa dipanen empat hari lagi. Tapi, karena tergenang air hujan proses garam kembali muda. Artinya, air hujan itu mempengaruhi ketuaan garam. Pada panen pertama ini, petani garam mengalami gagal panen,”kata Hasan, di Sumenep, Senin (11/06). Secara umum, kata Hasan, petani masih bisa memproduksi garam, asalkan tidak turun hujan sampai pekan depan. “Kalau selama pekan ini tidak turun hujan lagi, lahan garam rakyat kemungkinan besar tetap bisa memproduksi garam pada pekan depan. Sebab, produksi garam yang ada sekarang, untuk mencapai ketuaan atau dapat dipanen butuh waktu sekitar 7 hari,”terangnya. Hasan mengungkapkan, bagi sebagian petani garam rakyat di Desa Karang Anyar dan Pinggir Papasa, pada musim kemarau ini masih belum menikmati panen garam. “Tapi, untuk petani garam rakyat di Kecamatan/Kepulauan Giligenting, sudah panen garam dari lahannya beberapa pecan lalu,”ujarnya. Luas lahan garam rakyat di Sumenep sekitar 2.100 hektare, yang tersebar di 10 Kecamatan dan 3 di antaranya di wilayah kepulauan. “Kami berharap cuaca pada pekan ini berlangsung normal atau tidak turun hujan lagi. Ini dapat mempengaruhi terhadap proses garam,”ungkapnya. ( Nita, Esha )