News Room, Senin ( 02/02 ) Puluhan hektar sawah di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, yang ditanami padi terendam air setinggi lutut orang dewasa, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, selama dua hari terakhir ini. Petani pun terancam gagal panen, sebab sebagian padi mulai membusuk.
Salah seorang petani padi asal Desa Patean, Suja i, mengaku khawatir dengan sawahnya yang terendam air. Karena sudah 3 hari, sejak Sabtu (31/01) hingga Senin (02/02) siang, air tidak kunjung surut, ditambah cuaca mendung yang masih menyelimuti kawasan Sumenep.
“Sawah saya dan warga lainnya sudah 3 hari terendam air. Kami benar-benar khawatir, sebab ada sebagian tanaman padi yang sudah membusuk,”kata Suja i, Senin (02/02).
Ia mengaku pernah mengajukan pembangunan irigasi ke pemerintah, tapi hingga kini belum ada jawaban.
“Kawasan disini (Desa Patean, red) memang langganan banjir setiap musim hujan, dan belum ada solusinya. Padahal, kami sudah pernah mengajukan pembangunan irigasi tapi belum ada tanggapan. Mudah-mudahan segera ada solusi,”ujarnya.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadi, M.Si, memaparkan, sesuai hasil pendataan yang dilakukan petugas di lapangan, bahwa luas lahan pertanian yang terendam air mencapai 80 hektar.
“Hujan deras terus mengguyur Kota Sumenep, dan merendam lahan pertanian yang mencapai 80 hektar. Terbanyak ada di wilayah Patean, Kecamatan Batuan,”terangnya.
Selain lahan pertanian, lanjut H. Koesman, rumah warga yang sempat terendam banjir ketika hujan pada Minggu (01/02) kemarin terdapat 328 unit.
“Ratusan rumah yang terendam banjir berada di Kelurahan Pajagalan sebanyak 155 rumah, Desa Kolor 146 unit, Desa Pabian 10 rumah, dan Desa Marengan 7 rumah,”ungkapnya. ( Nita, Esha )