News Room, Kamis ( 26/06 ) Untuk menentukan awal bulan puasa, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas), yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, BMKG, Pengadilan Agama, Kesmas dan Pemkab Sumenep. Kasi Penyelenggara Zawa, Kemenag Sumenep, H. Moh. Zaini, SE, M.Si mengatakan, penentuan awal bulan puasa 1435 H, tidak hanya dilakukan Kemenag melainkan juga melibatkan berbagai unsur termasuk ormas NU, Muhammadiyah dan Persis. "Jumat (27/06) besok kami akan melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan puasa. Nanti, tim bersama-sama melakukan rukyatul hilal,"kata Zaini, Kamis (26/06). Menurutnya, lokasi yang dipilih untuk melakukan rukyatul hilal itu di Kecamatan Ambunten, Sumenep. Tempat tersebut sudah menjadi lokasi setiap tahun. Tempat tersebut sangat strategis, karena lokasinya masuk ke arah laut. "Setiap tahun kami melakukan rukyatul hilal di Ambunten. Tempat ini sangat strategis, agak masuk ke laut, jadi tidak terhalang pepohonan,"ungkapnya. Ia mengungkapkan, hasil dari rukyatul hilal itu akan dilaporkan ke Kementerian Agama Propinsi Jatim. Sedangkan penentuannya, pihaknya mengaku tetap menunggu keputusan dari Kementerian Agama Pusat. "Kami tidak bisa menentukan, tetap menunggu keputusan Kementerian Agama Pusat,"ungkapnya. ( Nita )