Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-05-2011
  • 521 Kali

Temukan Senpi Dilokasi Ledakan, Polisi Telusuri Kepemilikan

News Room, Selasa ( 24/05 ) Aparat Polres Sumenep, masih menelusuri kepemilikan senjata api (senpi) berisi 2 peluru kaliber 38 mm, yang ditemukan anggota Satuan Brimob Polda Jawa Timur di Pamekasan, saat melakukan olah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) meledaknya ‘bondet’ (bom rakitan untuk menangkap ikan), dirumah Muhklis, selaku korban di Dusun Kandibas, Desa/Kecamatan Guluk-guluk. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, saat ini pihaknya sedang membuktikan kepemilikan senpi tersebut. “Senpi tersebut harus dilakukan pembuktian dengan menelusuri apakah barang yang ditempatkan didalam suatu ruangan itu menjadi kekuasaannya atau tidak, karena berbeda dengan barang yang ada padanya, sehingga kita jangan menjadi salah persepsi masalah hukum, mengenai barang yang disuatu tempat, namun apakah itu menunjukkan bahwa tempat sesuatu tersebut bernar-benar dikuasai oleh orangnya. Itu yang sedang kami lakukan pembuktian,”kata Kapolres. Ia juga mengungkapkan, polisi terus mendalami kasus ditemukannya senpi tersebut, sebab senpi itu merupakan senjata rakitan. “Yang ditemukan itu kan senjata rakitan. Andaikan senpi itu ada nomor registernya, mudah dilacak, tapi karena itu senjata rakitan, maka harus ada pembuatnya. Nah, kita cari siapa pembuat, dan perantara sampai dengan senjata itu ditemukan,”terangnya. Untuk kasus ini, kata Susanto, pihaknya memeriksa 7 orang saksi termasuk korban sudah dimintai keterangan. “Korban memang mengakui kalau senpi itu sudah lama dirumahnya, yang dibeli dari seseorang. Namun, senpi itu pernah digunakan atau tidak, masih kami dalami,”ungkapnya. Susanto mengaku sulit menguak keberadaan senpi maupun latar belakang korban ledakan bondet. “Karena, sebagian saksi hanya bisa mengatakan ta’ oneng (tidak tahu, Red). Tapi, kami tidak terpaku pada pernyataan itu, kami lebih cermati keterangan dari saksi lainnya,”pungkas Kapolres Sumenep. Sebelumnya, bondet milik Muhlis, warga Dusun Kandibas, Desa Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, meledak di rumahnya, pada Rabu (06/04) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Akibatnya, pemilik petasan mengalami luka bakar yang cukup parah, kedua tangan harus diamputasi hingga pergelangan karena hancur, serta muka dan kaki juga koyak. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengamankan satu bondet seukuran jempol kaki orang dewasa, sepucuk pistol rakitan berisi 2 peluru kaliber 38 mm, dan kunci T serta sangkur. ( Nita, Esha )