Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-08-2011
  • 375 Kali

Temukan 6 Mamin Kadaluarsa Diperjual Belikan

News Room, Kamis ( 11/08 ) Sebanyak 6 makanan dan minuman (mamin) kadaluarsa ditemukan masih diperjual belikan di Sumenep. Mamin kadaluarsa itu ditemukan saat tim gabungan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta sejumlah instansi lain, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 180 toko yang tersebar di 10 Kecamatan daratan. Kepala Bidang Jaminan Sarana Prasarana Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono menjelaskan, sidak tersebut telah memantau 3.600 produk mamin. “Namun, 6 mamin diantaranya ditemukan sudah kadaluarsa, yang masih diperjual belikan,”kata Agus, pada wartawan dikantor Dinkes Sumenep, Kamis (11/08). Dengan adanya mamin kadaluarsa, kata Agus, tim langsung memberikan teguran pada pedagang tersebut. “Selain teguran, mereka juga harus membuat surat pernyataan untuk tidak menjual kembali mamin kadaluarsa. Ini berbahaya bagi konsumen, makanya pedagang diberi peringatan,”terangnya. Agus mengemukakan, seharusnya mamin kadaluarsa itu ditarik dari peredaran dan tidak boleh lagi dipasarkan. “Pedagang harusnya tidak lagi menjual mamin yang sudah kadaluarsa itu. Apalagi yang kemasannya rusak juga harus dilainkan. Tidak boleh dipasarkan,”ungkapnya. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat membeli mamin dalam kemasan. “Sekarang kan mendekati lebaran, sebaiknya sebelum membeli mamin, masyarakat harus mengecek terlebih dulu tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai mamin yang dibeli ternyata sudah kedaluarsa,”pungkasnya. Seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, akan meningkatkan sidak pada toko, mini market maupun warung, untuk memantau mamin kadaluarsa. “Kami tidak ingin, warga dirugikan gara-gara membeli mamin yang sudah kadaluarsa,”imbuhnya. ( Nita, Esha )