Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-01-2009
  • 757 Kali

Tembok Pembatas dan Tangkis Laut Pantai Slopeng Porak-Poranda

News Room, Rabu (14/01) Pantai Slopeng yang berada di kawasan Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, tak lagi terlihat asri. Angin kencang yang disertai gelombang pasang dan ombak setinggi 4 meter, menerjang lokasi wisata tersebut, Rabu (14/01) dini hari. Akibatnya, tembok pembatas pengunjung dan tangkis laut hancur diterjang ombak. Bahkan, atap panggung hiburan yang ada di tengah lokasi wisata ikut tersapu angin. Pihak pengelola Pantai Slopeng yang merupakan wisata yang dikenal dengan bukit pasirnya itu cemas dan mengkwatirkan kondisi cuaca saat ini. Selain mengurangi jumlah pengunjung, juga ancaman kerusakan infrastruktur masih mengintai seiring dengan buruknya cuaca saat ini. Bukit pasir ikut tergerus air sedalam 2 meter. Padahal selama ini bukit pasir di Pantai Slopeng menjadi pemikat wisatawan. Ombak dan gelombang yang sampai masuk dan merusak tempat wisata baru kali ini terjadi sejak 4 tahun terakhir. Salah seorang petugas kebersihan UPTD Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Moh. Ilyas (29) mengatakan, sejak 4 hari terakhir kondisi perairan Pantai Slopeng sangat membahayakan pengunjung dan mencapai puncaknya, Rabu dini hari. “Baru kali ini ombak dan gelombang pasang yang disertai angin kencang melanda perairan pantai Slopeng. Fasilitas di lokasi wisata banyak yang rusak,” ujar Ilyas pada wartawan saat ditemui di lokasi pantai. Seorang warga pesisir pantai Slopeng, Masteyo mengaku khawatir, gelombang pasang dan ombak yang terus terjadi ini, selain merusak tembok pembatas pembatas dan tangkis laut, juga akan merusak bangunan dan pemukiman warga setempat. “Bagaimana tidak khawatir, la wong tembok pembatas dan tangkis laut hancur, dan mungkin merambah pemukiman penduduk. Makanya, meski rumah warga Desa Slopeng masih aman, tapi kami tetap waspada akan datangnya gelombang pasang yang lebih tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Sarana Prasarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Fathorrahman mengatakan, bencana gelombang pasang dan ombak besar yang terjadi tahun ini, telah merusak beberapa fasilitas di tempat wisata, baik di Lombang maupun diwisata Slopeng. “Kami akan berusaha ada perbaikan secepat mungkin. Sebab, jika dibiarkan akan merembet dan bisa-bisa merusak fasilitas wisata lainnya,” janji Fathorrahman kepada wartawan di kantornya, Jalan Dr Soetomo, Sumenep. Ia menambahkan, untuk proses perbaikan itu, akan dianggarkan pada tahun 2009 ini. (Nita, Adjie)