Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-09-2008
  • 844 Kali

Tembakau Tegal Gunung 90 Persen Terjual Bagus

News Room, Jum’at ( 05/09 ) Penutupan pembelian tembakau oleh gudang besar yang ada di Sumenep, dianggap wajar. Apalagi pihak gudang sudah membeli melebihi target pembelian awal yang hanya 4.000 ton, menjadi 6.000 ton lebih. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep melalui Kabid Perkebunan, Ir. Bambang Haryanto, dari pantauannya dilapangan, mayoritas tembakau tegal dan gunung sudah terbeli dengan kwalitas yang bagus. Dan sisanya yang masih belum terjual, yakni tembakau sawah, yang dipanen belum waktunya. Sebab masa tanamnya sekitar awal Agustus setelah menanam palawija terlebih dahulu. Padahal jelas Bambang, idealnya penanaman tembakau diakukan sekitar bulan Mei lalu, sehingga bulan Agustus sudah panen. Dari data yang ada jelas Bambang, dari floting areal tembakau sekitar 13.833 hektar tahun 2008 ini terealisasi sekitar 14.906 hektar. Dan itu berarti tetap ada penyusutan sekitar 700 hektar dibandingkan tahun 2007 yang mencapai sekitar 19.412,64 hektar. Sedangkan dari hasil pantauan, sekitar 90 persen hasil panen tembakau tahun 2008 ini sudah terserap. Dan sisanya sekitar 10 persen sebagian memang tembakau sawah dan masih ada yang belum di panen, karena masa tanamnya memang terlambat. Ada sekitar 1.400 hektar lahan sawah yang belum panen. Bahkan diakui Bambang sebagian petani yang memaksakan untuk panen sebelum waktunya, akhirnya tertolak karena kwalitasnya tidak bagus. Kemungkinan meski tembakau dilahan sawah, apabila tetap dilakukan panen pada saatnya, tetap dapat terbeli oleh para pengusaha rokok skala kecil yang tentunya harganya agak rendah. Bambang menyarankan, sebaiknya lahan sawah yang kurang cocok ditanami tembakau tidak memaksanakan untuk ditanami tembakau. Sebab masih banyak tanaman lain yang dapat menghasilkan selain padi, jagung, kedelai dan berbagai tanaman palawija lainnya. ( Ren, Esha )