Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-09-2008
  • 574 Kali

Tembakau Sawah Tak Terserap, PMII Turun Jalan

News Room, Jum’at ( 05/09 ) Tidak terserapnya tembakau sawah oleh pabrikan, membuat aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, kembali menggelar aksi protes. Aksi itu dimulai di depan areal Taman Adipura Kota Sumenep. Selain berorasi, mereka juga menyebarkan selebaran yang berisi kecaman dan kutukan pada pabrikan. Bahkan, kecaman itu juga ditujukan kepada pemerintah yang dinilai tidak memberi solusi pada petani tembakau. ]Ketua PMII Cabang Kabupaten Sumenep, Muhri Zain mengatakan, musim panen tembakau tahun 2008 ini, banyak tembakau sawah tidak terserap pabrikan, tapi pemerintah malah bersikap dingin. “Padahal sebelum memasuki musim panen tembakau, Eksekutif dan Legislatif berjanji akan memfasilitasi persoalan tembakau dengan pihak pabrikan. Tapi, kenyataannya malah nol besar,”kata Muhri dalam orasinya di depan areal Taman Adipura Kota Sumenep, Jumat (05/09). Ia menerangkan, akibat tidak seriusnya pemerintah menangani persoalan ini, menyebabkan petani tembakau sawah harus menanggung kerugian besar. Karena itu, PMII merasa kecewa dengan sikap pemerintah maupun pabrikan, yang sudah mengkhianati kesepakatan sebelumnya. “Kami kecewa besar, karena tidak satupun kesepatan yang telah dibuat itu dilaksanakan,”tegasnya. Puas berorasi, aktivis PMII melakukan long mach ke Gedung DPRD, untuk menyampaikan aspirasinya melalui Komisi B. Sementara, seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.666 ton tembakau sawah atau 20 persen dari prediksi produksi tembakau di Sumenep yang mencapai 8.330 ton tahun 2008 pada areal lahan seluas 14.000 hektar itu belum terserap pabrikan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh Dail, M.Si, tembakau yang belum terserap gudang itu pada umumnya tembakau sawah dan mayoritas belum panen hingga awal September ini. “Diharapkan gudang-gudang kecil dapat membeli tembakau sawah yang belum terserap oleh pabrik besar,”ujarnya. ( Nita, Esha )