Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-10-2011
  • 503 Kali

Tembakau Sawah Siap Panen, Tinggal 10 Hektar

News Room, Kamis ( 20/10 ) Tembakau sawah di Kabupaten Sumenep, yang siap panen hingga pertengahan Oktober 2011 ini tinggal 10 hektar, tersebar sebagian besar diwilayah Kecamatan Kota Sumenep dan Lenteng. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Ir. Arief Rusdi, menjelaskan, masa tanam 10 hektar tembakau sawah tersebut, diperkirakan sampai akhir bulan Oktober 2011 mendatang. “Belum panennya sebagian tembakau sawah itu, dikarenakan masa tanam tergolong paling akhir. Dari 10 hektare tersebut, hasil panennya diperkirakan 5 ton, dengan asumsi per hektarenya menghasilnya 5 kwintal. Tapi, sisa panen tembakau sawah ini sudah pasti tidak bisa terserap pabrikan. Sebab, seluruh gudang besar yang biasa membeli tembakau sudah tutup,”kata Arief, di Kantor Dishutbun Sumenep, Kamis (20/10). Arief memperkirakan, keberhasilan musim panen tembakau 2011, akan memicu warga Sumenep akan melakukan penanaman besar-besaran tahun 2012 nanti. “Karena sudah menjadi kebiasaan, kalau tahun ini tembakau terlihat berhasil, otomatis masyarakat Sumenep yang tidak menanam sekarang akan melampiaskan tahun depan. Ini yang akan kami lakukan antisipasi dengan meningkatkan pendekatan pada petani, sebab kalau sampai terjadi akan berdampak terhadap over produksi,”terangnya. Prediksi serupa juga dilontarkan Wakil Kuasa Pembelian Tembakau PT. Gudang Garam di Sumenep, Freddy Kustianto. “Ancaman terbesar pasa musim panen tembakau tahun 2012 adalah over produksi akibat membludaknya warga Sumenep menanam tembakau,”ujarnya. Kondisi itulah, menurut Freddy, butuh perhatian serius dan antisipasi dini dari instansi terkait. “Kami hanya bisa berharap saja, supaya warga Sumenep tidak melakukan aksi balas dendam dalam musim tanam tembakau tahun depan. Ini dilakukan, untuk menghindari adanya tembakau yang tidak diserap oleh pabrikan,”ungkapnya. Pada musim panen tembakau tahun 2011, PT. Gudang Garam di Sumenep melakukan pembelian mencapai 5.222 ton, sejak tanggal 15 Agustus hingga 17 Oktober 2011 kemarin. Jumlah ini melebihi target awal pembelian 3.800 ton. Harga pembelian tembakau tembus Rp. 40.000,00 per-kilogram. ( Nita, Esha )