News Room, Sabtu ( 24/01 ) Kalau Gua Payudan di Kecamatan Guluk-guluk dikenal sebagai tempat wisata dan hingga saat ini cukup banyak dikunjungi wisatawan, serta masih dijadikan tempat bertapa, namun di Gua Jambangan yang ada di Desa Bakeong di Kecamatan yang sama lebih di kenal sebagai tempat bersemidi atau bertirakat. Meski hampir dikatakan tak pernah ada wisatawan datang ke sana, namun Gua Jambangan yang terletak di Dusun Jambangan, yang juga tidak terlalu jauh dari Gua Payudan, sekitar 30 kilometer arah barat Kota Sumenep, Gua ini justeru dikenal sebagai Gua Semedi. Bahkan, Gua Jambangan bisa di bilang cukup unik, meski tak banyak orang mengenalnya. Dari cerita yang berkembang dimasyarakat sekitar, gua ini juga terkenal sebagai tempat penghasil tembakau termahal se dunia. Konon ceritanya, saat Potre Koneng habis melakukan semidi di Gua Payudan, kemudian Potre Koneng pindah bersemidi di Gua Jambangan. Nah, sebelum Potre Koning sampai ke Gua Jambangan, tiba-tiba bunga yang dibawanya terjatuh di salah satu tempat, yang tempat itu sekarang di kenal sebagai tempat misterius, yaitu saat di tanami tembakau, harumnya seharum parfum gadis bunga Desa. “Yang lebih mengherankan, hasil tembakaunya saat ini mencapai Rp. 1 juta per-kilogramnya. Anehnya lagi, tanah tersebut hanya bisa menghasilkan 10 kilogram setiap panen tembakau,†ungkap Kades Bakeong, H. M. Erfandi. Bahkan, salah satu perusahaan rokok besar dan Perguruan Tinggi dari Bandung pernah datang ke lokasi tanah tersebut. Padahal dari hasil survei menurut Erfandi, kadar garam yang ada di tanah tersebut sama dengan kadar garam tanah di sekitarnya. Namun ternyata, pemilik tanah Abd. Aziz mengaku justeru tidak banyak tahu soal kisah tanah miliknya. Yang diketahui hanya saat tanah tersebut ditanami tembakau, hasil dan harumnya lain dari tanah di sekitarnya. Yang menherankan pula, saat panen, tembakaunya menjadi rebutan semua orang. Namun Aziz mengaku tetap memilih langganannya yang sering memebeli hasil tembakaunya tersebut. ( Ren, Esha )