Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-07-2011
  • 492 Kali

Telusuri Fakta, Tim Polres Dan Polda Jatim Turun Ke Lokasi

News Room, Sabtu ( 16/07 ) Untuk menelusuri fakta tertembaknya kepala Suraedi alias Dedek, warga Kepulauan Sapeken, yang menyebabkan meninggal dunia, Tim Polres Sumenep bersama Polda Jawa Timur berangkat ke Pulau Sapeken, Sabtu (16/07) pagi. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan komentar secara rinci mengenai tertembaknya korban tersebut. “Tim masih berangkat ke lokasi. Jadi, kami belum mengetahui penyebab tertembaknya korban itu. Tolong bersabar hingga menunggu tim datang dari Pulau Sapeken,”kata Susanto, pada wartawan di Polres Sumenep, Sabtu (16/07). Susanto juga mengemukakan, keberangkatan Tim Polres bersama Polda Jatim itu, dikhususkan mencari dan menggali fakta-fakta yang ada, sehingga nantinya bisa diketahui penyebab tertembaknya korban hingga meninggal dunia itu. “Hasil laporan dari Polsek Sapeken, sudah 3 orang diperiksa sebagai saksi, berkenaan dengan kasus ini. Sementara, posisi mayat korban masih berada di Puskesmas Kangean. Apakah nanti akan dilakukan otopsi atau tidak, kita tunggu setelah tim datang dari Pulau Sapeken,”terangnya. Suraedi alias Dedek, warga Kepulauan Sapeken, kata Susanto memang tertembak di kepala, tepatnya di bagian dahi, Jumat (15/07) kemarin. “Setelah menerima informasi adanya warga Sapeken yang tertembak, kami langsung berkoordinasi dengan Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Jawa Timur dan Mabes Polri. Hasil konfirmasi kami, kemarin memang ada penangkapan sejumlah orang yang diduga melakukan transaksi jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal oleh personel Polair Mabes Polri yang melakukan patroli rutin di Perairan Sapeken,”ujarnya. Namun, pihaknya belum berani memastikan apakah warga Sapeken itu menjadi korban tembakan dalam penggerebekan yang dilakukan personel Polair Mabes Polri pada sejumlah warga yang diduga melakukan transaksi BBM ilegal di Perairan Sapeken. ( Nita, Esha )