News Room, Jumat ( 26/02 ) Sebagai sebuah Kota Kabupaten di ujung timur Pulau Madura dengan ratusan pulau-pulau yang memiliki beragam potensi, Kabupaten Sumenep menyadari membuka akses informasi kepada publik, akan membantu mempercepat daerah ini menjadi smart city.
Langkah ini disambut baik untuk diwujudkan oleh Telkom Indonesia sebagai sebuah digital company dengan portofolio busines Telecommucation, Information, Media, Edutainment, Services (Times).
Melalui menanda tanganan kesepakatan bersama Smart City Kabupaten Sumenep, Telkom, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep mempunyai tujuan yang sama untuk mengembangkan potensi daerah, dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dan lembaga-lembaga daerah melalui menerapan teknologi informasi.
Penanda tanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si dan General Manager Telkom Jawa Timur Utara, Ferry Zuljanna.
“Kalau program ini nantinya berjalan, kita akan jaga bersama, agar semua program yang sudah berjalan di Sumenep akan aman,”kata Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, usai penanda tanganan kesepakatan bersama, Kamis kemarin (25/02) di Kantor Bupati Sumenep.
Bupati berharap, meskipun wilayah Kabupaten Sumenep termasuk yang paling timur di Madura, tapi tetap bisa dikenal dunia, karena saat ini sudah tidak ada batas negara, yang ada hanya batas administrasi saja.
“Dunia saat ini bagaikan kampung halaman dengan teknologi makin kecil. Dengan teknologi informasi ini pula, kekayaan pariwisata juga bisa terpublikasi secara internasional,” tambahnya.
“Kami sangat bangga bisa ikut menjadi bagian penting dalam mewujudkan smart city di Kabupaten Sumenep dan mendukung upaya Kabupaten Sumenep menjadi Super Mantap,”kata General Manager Telkom Jatim Utara, Ferry Zuljanna.
Dikatakan Ferry, ruang lingkup program yang akan di-kerjasama-kan Telkom dan Pemkab Sumenep meliputi peningkatan capacity building dan social leaning hingga ke tingkat Desa, pengembangan infrastruktur dan e-government, pengembangan penyediaan wifi.id di public service dan public area, juga pengembangan wira usaha muda dan UKM berbasis digital.
Untuk mendukung percepatan pengembangan infrastruktur, tambah Ferry, pihaknya telah mencoba mengurangi kesenjangan digital di Kabupaten Sumenep, dengan menggelar jaringan-jaringan akses internet berkecepatan tinggi menggunakan fiber optik di 5 Kecamatan dengan kapasitas 5.200 pelanggan.
“Dengan adanya jaringan akses fiber optik yang menggantikan kabel-kabel tembaga kami yang lama, masyarakat sudah bisa menikmati layanan triple play (telepon, internet kecepatan tinggi, dan televisi UseeTV) dengan brand Indihome,”katanya.
Untuk public service dan public area, Ferry berharap Pemkab Sumenep telah menetapkan banyak lokasi yang diberi akses wifi.id.
“Kalau untuk wifi.id corner dengan kecepatan hingga 100 Mbps, masyarakat bisa memanfaatkan di 32 lokasi, khususnya di Kantor-kantor Telkom.
Ferry menyadari bahwa upaya menumbuhkan digital ecosystem untuk menuju smart city ini akan terwujud dengan dukungan semua pihak, selain Telkom sebagai busines enabler melalui solusi ICT.
“Perlu dukungan dari semua pihak, akademisi, busines, community, government dan media. Kerjasama Pentaholix inilah yang akan mempercepat Sumenep menuju smart city,”tambahnya. ( Esha, Ren )