Sumenep-Infokom News Room : Pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik. Namun Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menolak menjelaskan waktu dan besarnya kenaikan. Menurut Sri Mulyani pada acara diskusi tentang surat utang negara dengan pelaku pasar di Departemen Keuangan, Rabu (11/01), hal ini akan dibahas oleh Menko Perekonomian dengan Menteri dan pihak terkait. Pemerintah sedang membentuk tim yang membahas kenaikan tarif listrik. Hasilnya akan didengarkan dalam waktu dua pekan ke depan. Selanjutnya Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai hal untuk menaikkan tarif listrik seperti aspek keseimbangan APBN, aspek keseimbangan PLN, aspek beban masyarakat dan aspek beban industri. Selain itu, Pemerintah juga akan melihat proyeksi harga minyak dunia. Soal kemungkinan ditambahnya subsidi PLN dari anggaran yang sekarang Rp. 15 Triliun per tahun, Sri Mulayani tidak menjawab secara spesifik. Menurutnya, Pemerintah saat ini masih akan mengacu pada APBN 2006 yang telah disahkan Pemerintah dan DPR. Selain tarif dasar listrik, Pertamina juga akan menaikkan harga bahan bakar gas (BBG) sebelum April mendatang. Besaran kenaikan mencapai 100 % lebih. Harga BBG akan dinaikkan menjadi Rp. 3.000,- per liter dari harga saat ini sebesar Rp. 1.550,- per liter. Pengguna BBG saat ini masih didominasi oleh kendaraan taksi. Menurut General Manager Gas Domestic Pertamina, Edwin Bakti, kenaikan harga gas seiring dengan kenaikan harga di pasar. Namun kapan waktu kenaikannya belum diputuskan. Edwin belum dapat memastikan, berapa jumlah peningkatan konsumsi gas jika nantinya pada April 2006 busway akan menggunakan gas tersebut. Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Arie Soemarno menyatakan Pertamina akan mengimpor minyak mentah dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Pada Januari, Pertamina akan mengimpor sekitar 8,5 juta barel untuk minyak dan produk minyak. Sedangkan pada Februari dan Maret akan mengimpor lagi masing-masing 8,2 juta ton dan 8,5 juta ton. ( HB, Im )